Surge dan MyRepublic Menang Lelang Frekuensi 1,4 GHz untuk Internet Murah 100 Mbps
Surge dan MyRepublic resmi memenangkan lelang frekuensi 1,4 GHz yang digelar Kominfo. Keduanya berkomitmen menyediakan akses internet murah 100 Mbps.
Jakarta, JClarity – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Republik Indonesia resmi mengumumkan PT Surge dan MyRepublic sebagai pemenang lelang pita frekuensi radio 1,4 GHz. Kemenangan ini menandai langkah signifikan pemerintah dan sektor swasta dalam upaya mempercepat ketersediaan layanan internet berkualitas dengan harga terjangkau, menargetkan kecepatan minimum 100 Mbps bagi masyarakat luas.
Pengumuman yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Ditjen SDPPI) Kominfo pada Kamis (16/10) menyebutkan bahwa kedua perusahaan tersebut dinilai menawarkan proposal teknis dan komitmen investasi terbaik, khususnya dalam rencana pemanfaatan spektrum 1,4 GHz untuk layanan Fixed Broadband Access (FWA) dan peningkatan kapasitas jaringan di daerah yang belum terlayani optimal. Pita frekuensi ini diharapkan dapat menjadi fondasi penting untuk layanan 'internet rakyat' dengan skema harga yang lebih kompetitif.
Menteri Komunikasi dan Informatika, dalam konferensi pers virtual, menekankan bahwa lelang ini bukan sekadar peningkatan pendapatan negara bukan pajak (PNBP), melainkan dorongan strategis untuk mencapai target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dalam pemerataan akses digital. "Dengan alokasi 1,4 GHz, Surge dan MyRepublic wajib mewujudkan layanan 100 Mbps yang terjangkau. Ini adalah kunci untuk mendukung UMKM dan edukasi digital," ujar Menteri.
Chief Executive Officer (CEO) Surge menyatakan bahwa alokasi frekuensi baru ini akan diintegrasikan dengan jaringan fiber optik backbone yang mereka miliki, menciptakan solusi hybrid yang efisien. "Kami berkomitmen meluncurkan paket internet 100 Mbps di bawah ambang batas harga rata-rata pasar dalam enam bulan ke depan, fokus pada area urban lapis kedua dan ketiga," jelasnya, menjanjikan investasi miliaran rupiah untuk pembangunan infrastruktur baru.
Sementara itu, MyRepublic, yang dikenal sebagai penyedia layanan internet fiber, melihat kemenangan ini sebagai peluang untuk melengkapi portofolio layanannya. Frekuensi 1,4 GHz akan digunakan untuk memperluas jangkauan nirkabel mereka, khususnya di perumahan yang sulit dijangkau instalasi kabel. "Kami akan menggunakan spektrum ini untuk mengatasi 'last-mile challenge', memastikan janji kecepatan 100 Mbps dapat dinikmati secara merata, baik melalui fiber maupun teknologi nirkabel," kata perwakilan MyRepublic.
Kominfo akan memantau ketat implementasi komitmen kedua pemenang lelang selama dua tahun pertama, memastikan target kecepatan dan keterjangkauan harga tercapai sesuai janji. Kegagalan memenuhi kewajiban yang ditetapkan dapat berujung pada evaluasi ulang hak penggunaan spektrum.