Internet

Starlink Turun Tangan! Internet Gratis Digelontorkan untuk Sumatra di Tengah Banjir Besar

Starlink menggratiskan layanan internet bagi korban banjir besar di Sumatra hingga akhir Desember 2025. Pemerintah dan BNPB kerahkan terminal untuk pemulihan komunikasi.

Jakarta · Saturday, 29 November 2025 23:00 WITA · Dibaca: 27
Starlink Turun Tangan! Internet Gratis Digelontorkan untuk Sumatra di Tengah Banjir Besar

JAKARTA, JClarity – Di tengah situasi darurat bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sebagian besar wilayah Sumatra, Starlink, penyedia layanan internet satelit milik SpaceX, mengumumkan kebijakan penting dengan menggratiskan akses internet bagi para pelanggan di area terdampak hingga akhir Desember 2025. Langkah proaktif ini diambil untuk memulihkan konektivitas komunikasi yang lumpuh akibat kerusakan infrastruktur telekomunikasi konvensional di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Akses internet gratis ini berlaku bagi seluruh pelanggan Starlink, baik yang sudah aktif, yang layanannya sedang ditangguhkan, maupun pelanggan baru yang berada di wilayah bencana. Starlink menjelaskan bahwa pelanggan aktif tidak perlu melakukan tindakan apa pun karena kredit layanan gratis secara proaktif akan diterapkan ke akun mereka, sementara pelanggan baru diminta membuat tiket dukungan dengan mencantumkan "Dukungan Banjir Indonesia" setelah aktivasi. Kebijakan ini merupakan bagian dari standar operasional SpaceX dalam menghadapi bencana alam global, di mana pendiri Starlink, Elon Musk, menegaskan bahwa perusahaannya tidak akan mengambil keuntungan dari musibah.

Selain inisiatif dari pihak Starlink, Pemerintah Indonesia melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga gencar melakukan upaya pemulihan konektivitas dengan mengerahkan perangkat Starlink. Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, mengonfirmasi pengiriman bantuan dari Presiden, termasuk 17 perangkat Starlink dan genset, untuk menunjang komunikasi darurat di daerah yang terisolir. Fokus utama penyaluran berada di wilayah yang mengalami kerusakan terparah, khususnya di Sumatra Utara, seperti Kabupaten Tapanuli Tengah, di mana sinyal seluler dan pasokan listrik dilaporkan terputus total.

Perangkat Starlink dianggap vital karena kemampuannya beroperasi tanpa bergantung pada infrastruktur darat yang rusak, menjadikannya solusi krusial bagi tim evakuasi, koordinasi distribusi logistik, serta jalur komunikasi utama bagi ribuan pengungsi dan keluarga korban. BNPB menekankan pentingnya mendistribusikan unit Starlink di berbagai titik pengungsian untuk memastikan bahwa konektivitas dapat dinikmati oleh lebih banyak warga, terutama dalam radius jangkauan sinyal 100 meter per unit.

Login IG