Internet

Starlink Gandeng Samsung Bikin Teknologi Internetan Tanpa Menara Seluler

Starlink dan Samsung bekerja sama mengembangkan chip AI Exynos untuk teknologi internet langsung ke satelit (6G NTN) tanpa perlu menara seluler.

Jakarta · Wednesday, 05 November 2025 04:00 WITA · Dibaca: 51
Starlink Gandeng Samsung Bikin Teknologi Internetan Tanpa Menara Seluler

JAKARTA, JClarity – Starlink, perusahaan layanan internet satelit milik Elon Musk, telah menjalin kerja sama strategis dengan Samsung Electronics untuk mengembangkan teknologi komunikasi revolusioner. Kemitraan ini bertujuan menciptakan konektivitas internet yang memungkinkan perangkat pengguna terhubung langsung ke satelit tanpa perlu bergantung pada menara seluler (BTS) konvensional.

Kolaborasi ini difokuskan pada pengembangan chip berbasis kecerdasan buatan (AI) yang akan ditanamkan pada perangkat seperti ponsel pintar, laptop, dan router bisnis skala kecil. Melalui chip ini, perangkat akan mampu berkomunikasi secara langsung dengan konstelasi satelit Starlink di orbit rendah Bumi, membuka akses internet di wilayah terpencil dan area yang selama ini menjadi ‘zona mati’ sinyal.

Menurut laporan The Korea Economic Daily, inisiatif ini merupakan bagian penting dari visi jangka panjang Starlink untuk menghadirkan jaringan 6G Non-Terrestrial Network (NTN), sebuah teknologi jaringan generasi baru yang tidak sepenuhnya bergantung pada infrastruktur darat. Divisi System LSI Samsung, yang bertanggung jawab atas pengembangan semikonduktor, dilaporkan sedang mengerjakan chip Exynos generasi baru yang dilengkapi dengan Neural Processing Unit (NPU) atau unit pemrosesan saraf berbasis AI.

Chip Exynos AI yang dikembangkan Samsung diklaim memiliki kemampuan untuk memprediksi lintasan satelit secara real-time dan mengoptimalkan tautan sinyal secara otomatis. Uji coba internal menunjukkan adanya peningkatan kemampuan identifikasi sinyal hingga 55 kali lipat dan prediksi saluran hingga 42 kali lipat dibandingkan versi sebelumnya, menjamin koneksi stabil meskipun pengguna berpindah lokasi.

Kerja sama ini menandai pergeseran strategis yang besar bagi Samsung, dari fokus utamanya pada pasar smartphone dan memori, menuju peran kunci dalam infrastruktur komunikasi global generasi berikutnya. Di sisi lain, Starlink dilaporkan telah mengalokasikan dana investasi yang fantastis, mencapai sekitar 17 miliar dolar AS (sekitar Rp 257 triliun) untuk spektrum dan frekuensi layanan satelit sebagai penunjang jaringan 6G NTN.

Analis industri memperkirakan bahwa pasar teknologi komunikasi berbasis satelit, terutama yang mengarah pada implementasi chip 6G satelit, dapat mencapai nilai hingga 530 miliar dolar AS (sekitar Rp 8.798 triliun) pada tahun 2040. Namun, tantangan teknis, seperti tingginya konsumsi daya modem AI pada perangkat pengguna, masih menjadi perhatian utama yang terus diupayakan solusinya oleh kedua perusahaan teknologi raksasa tersebut.

Login IG