Sekolah Rakyat Sleman Kini 'Ngebut' dengan Internet Kecepatan 100 Mbps
Akselerasi pendidikan Sleman. Ratusan sekolah negeri kini dipasangi internet 100 Mbps. Inisiatif Pemkab Sleman dukung ANBK dan literasi digital siswa.
SLEMAN, JClarity – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman resmi mengumumkan percepatan infrastruktur digital di sektor pendidikan. Seluruh sekolah negeri, atau yang dikenal sebagai sekolah rakyat, di wilayah Sleman kini telah terhubung dengan layanan internet berkecepatan tinggi, mencapai 100 Mbps. Langkah ambisius ini diambil untuk memperkuat ekosistem pembelajaran digital dan mendukung program Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK).
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, [Nama Pejabat Fiktif/Umum], menyatakan bahwa program akselerasi ini merupakan wujud komitmen Pemkab Sleman dalam mewujudkan visi Sleman sebagai *Smart Regency*. Menurutnya, ketersediaan koneksi internet yang stabil dan cepat adalah prasyarat mutlak untuk kualitas pendidikan di era digital. Kecepatan 100 Mbps dianggap ideal untuk menopang kebutuhan operasional sekolah, mulai dari proses belajar mengajar (PBM) daring, akses materi digital, hingga administrasi sekolah.
Program ini menyasar ratusan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri di 17 Kapanewon. Sebelum inisiatif ini, banyak sekolah di daerah pinggiran masih menghadapi kendala koneksi, terutama saat pelaksanaan ujian berbasis komputer atau kegiatan e-learning yang melibatkan banyak pengguna secara simultan. Dengan kecepatan baru ini, isu *bottleneck* jaringan diharapkan dapat teratasi sepenuhnya.
Dampak langsung yang paling signifikan dari peningkatan kecepatan ini adalah kelancaran pelaksanaan ANBK yang rutin diadakan setiap tahun. Selain itu, guru-guru juga didorong untuk lebih kreatif dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam kurikulum, memanfaatkan sumber daya edukasi dari platform digital, dan mengembangkan kemampuan literasi digital siswa secara menyeluruh. Dinas Pendidikan Sleman juga telah menyiapkan serangkaian pelatihan bagi tenaga pendidik untuk memaksimalkan penggunaan bandwidth super cepat ini.
Bupati Sleman, [Nama Bupati Fiktif/Umum], dalam sambutannya saat peresmian program secara simbolis, menekankan bahwa investasi pada infrastruktur TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) pendidikan adalah investasi jangka panjang untuk masa depan daerah. Ia berharap, fasilitas baru ini tidak hanya meningkatkan kemampuan akademik siswa, tetapi juga mempersempit jurang kesenjangan digital antara sekolah di pusat kota dan yang berada di pedesaan.