Internet

Polri Tempatkan 76 Unit Jaringan Internet Darurat di Titik Bencana Banjir Sumatera

Polri telah menempatkan 76 unit Starlink, jaringan internet darurat, di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh untuk pulihkan komunikasi korban banjir bandang.

JAKARTA · Sunday, 07 December 2025 04:00 WITA · Dibaca: 25
Polri Tempatkan 76 Unit Jaringan Internet Darurat di Titik Bencana Banjir Sumatera

JAKARTA, JClarity – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah mengambil langkah cepat dan krusial dengan menempatkan 76 unit jaringan internet darurat, sebagian besar menggunakan teknologi satelit Starlink, di berbagai wilayah terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor di Pulau Sumatera. Upaya ini dilakukan untuk memulihkan akses komunikasi warga yang terputus total selama berhari-hari di lokasi bencana.

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Sandi Nugroho, menegaskan bahwa per 6 Desember 2025, total 76 unit jaringan internet darurat telah berhasil dipasang di titik-titik bencana yang tersebar di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Pemasangan jaringan komunikasi satelit ini menjadi tumpuan utama bagi masyarakat dan tim penanganan darurat di daerah yang mengalami 'titik gelap sinyal'. Layanan internet ini diberikan secara 100% gratis kepada masyarakat tanpa dipungut biaya apa pun.

Irjen Sandi menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mewujudkan Transformasi Polri yang responsif, adaptif, dan berorientasi pelayanan. “Setiap menit sangat berarti bagi warga di lokasi bencana. Polri memastikan masyarakat bisa kembali terhubung dengan keluarga mereka, karena ketenangan itu penting untuk pemulihan. Kami hadir untuk membuka jalur komunikasi yang sempat terputus total,” ujar Irjen Sandi. Kehadiran jaringan ini disambut haru oleh para penyintas, dengan banyak warga di posko pengungsian—seperti di Masjid Raya Baing Nag Batipuh Selatan dan Pos Pengungsian SDN 05 Kayu Pasak Palembayan—dapat melakukan panggilan video pertama kali setelah terisolasi.

Proses pemasangan 76 unit jaringan internet ini, yang diprioritaskan di titik-titik krusial, tidak berjalan tanpa tantangan. Personel dari Divisi Teknologi Informasi dan Komunikasi (Div TIK) Polri harus menembus medan sulit, berjalan kaki melalui longsor, dan memanggul perangkat secara manual untuk memasang antena di lokasi yang tidak dapat dijangkau kendaraan. Data cepat dan akurat yang mengalir melalui koneksi yang pulih ini dinilai sangat menentukan langkah penanganan dan distribusi bantuan darurat agar berjalan tepat sasaran.

Login IG