Internet

Polisi Telusuri Sumber 4,9 Juta Data Nasabah Bank yang Dijual Hacker Bjorka di Dark Web

Polisi tangkap W.F.T. (22), pemilik akun 'Bjorka' yang jual 4,9 juta data nasabah bank swasta di dark web. Penyelidikan sumber data dan motif ekonomi masih didalami.

Jakarta · Saturday, 04 October 2025 18:00 WITA · Dibaca: 55
Polisi Telusuri Sumber 4,9 Juta Data Nasabah Bank yang Dijual Hacker Bjorka di Dark Web

JAKARTA, JClarity – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya terus mendalami sumber pasti dari 4,9 juta data nasabah salah satu bank swasta di Indonesia yang diklaim telah diretas dan dijual di dark web oleh tersangka berinisial W.F.T. (22), yang mengaku sebagai pemilik akun hacker 'Bjorka'.

Wakil Direktur Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, AKBP Fian Yunus, menjelaskan bahwa pihak kepolisian hingga saat ini belum dapat memastikan apakah jutaan data tersebut diperoleh WFT melalui pembobolan sistem bank secara langsung atau didapatkan dari peretas lain untuk kemudian digunakan sebagai alat pemerasan terhadap bank swasta tersebut. Pihaknya masih menunggu hasil eksaminasi dari Laboratorium Forensik Digital guna mengungkap jejak digital WFT secara menyeluruh.

“Kami membutuhkan waktu sekitar enam bulan untuk bisa melacak, mengumpulkan alat bukti, kemudian menangkap pelaku,” ujar AKBP Fian Yunus di Jakarta. WFT, seorang pemuda asal Minahasa, Sulawesi Utara, ditangkap pada Selasa, 23 September 2025, di kediamannya di Desa Totolan, Kecamatan Kakas Barat.

Berdasarkan keterangan polisi, WFT mengaku memiliki akun media sosial X (sebelumnya Twitter) dengan nama pengguna @bjorkanesiaaa, yang digunakannya untuk memposting klaim peretasan 4,9 juta data nasabah bank swasta. Pelaku juga mengirimkan pesan kepada akun resmi bank yang dimaksud, dengan niat awal untuk melakukan pemerasan.

Motif utama di balik aksi ilegal akses dan penjualan data ini disebut-sebut adalah faktor ekonomi. Kasubdit IV Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya, AKBP Herman Edco Wijaya Simbolon, mengungkapkan bahwa WFT telah aktif 'bermain' di dark web sejak tahun 2020. Di forum-forum gelap tersebut, ia memperjualbelikan data-data yang diklaim berasal dari berbagai institusi, baik dalam maupun luar negeri, dengan imbalan mata uang kripto.

Meski mengklaim meretas jutaan data, polisi menyebut bahwa WFT bukanlah seorang ahli di bidang teknologi informasi (IT), bahkan ia tercatat sebagai lulusan yang tidak menyelesaikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Penangkapan ini kembali menyeret nama 'Bjorka' yang sempat membuat heboh publik Indonesia pada tahun 2022 atas penyebaran data pribadi pejabat dan dokumen rahasia negara.

Polda Metro Jaya menekankan bahwa meskipun pelaku telah diamankan, proses pengembangan kasus masih berlanjut untuk menelusuri jaringan dan semua pihak yang mungkin terlibat, mengingat rekam jejak WFT di forum-forum penjualan data ilegal. Hal ini penting untuk mengungkap sejauh mana kerentanan sistem keamanan siber institusi di Indonesia dan memberikan perlindungan maksimal bagi data pribadi masyarakat.

Login IG