Internet

**"Pidato Prabowo di KTT APEC: Indonesia Rugi Rp 133 Triliun per Tahun Akibat Judi Online"**

Presiden Prabowo Subianto di KTT APEC Gyeongju mengungkap Indonesia rugi Rp 133 triliun/tahun akibat judi online dan menyerukan kerja sama global atasi kejahatan lintas batas.

JAKARTA · Sunday, 02 November 2025 21:00 WITA · Dibaca: 45
**"Pidato Prabowo di KTT APEC: Indonesia Rugi Rp 133 Triliun per Tahun Akibat Judi Online"**

JAKARTA, JClarity – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengungkapkan data mengejutkan mengenai kerugian ekonomi negara akibat aktivitas kejahatan siber lintas batas, khususnya judi online. Dalam pidatonya di forum APEC Economic Leaders' Meeting (AELM) sesi ke-2 di Gyeongju, Korea Selatan, pada Sabtu (1/11/2025), Presiden Prabowo menyebut Indonesia diperkirakan kehilangan hingga US$8 miliar atau setara Rp133 triliun per tahun karena aliran dana keluar yang disebabkan oleh praktik perjudian daring (judol).

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Negara di hadapan para pemimpin ekonomi kawasan Asia-Pasifik, menyoroti betapa seriusnya dampak kejahatan transnasional terhadap stabilitas ekonomi nasional. Angka kerugian Rp133 triliun tersebut dihitung berdasarkan kurs mata uang yang berlaku saat ini, yang menunjukkan besaran angka yang fantastis akibat aktivitas ilegal tersebut.

Prabowo menekankan bahwa judi online adalah bagian dari kejahatan lintas batas yang lebih besar, sejajar dengan penyelundupan ilegal, korupsi, dan perdagangan narkotika, yang secara kolektif merusak fondasi ekonomi. Oleh karena itu, ia menyerukan adanya kerja sama internasional yang lebih kuat dan terkoordinasi antarnegara APEC untuk menekan dan memberantas jaringan kejahatan ini.

“Diperkirakan Indonesia kehilangan sekitar 8 miliar dolar AS setiap tahun akibat aliran dana keluar yang disebabkan oleh perjudian daring,” kata Presiden Prabowo dalam keterangan resminya. Ia menegaskan bahwa kejahatan lintas batas memerlukan respons dan koordinasi global.

Selain membahas isu kejahatan transnasional, dalam forum tersebut Presiden Prabowo juga menyoroti pentingnya penguasaan teknologi digital sebagai kunci kemajuan bangsa, sekaligus upaya memberantas kejahatan lintas negara. Komitmen pemerintah Indonesia untuk memperkuat pendidikan dan keterampilan digital bagi masyarakat juga ditekankan, seraya menyatakan kesiapan untuk berpartisipasi dalam inisiatif APEC yang bertujuan meningkatkan kapasitas di bidang teknologi dan pendidikan.

Di sisi lain, Presiden Prabowo secara jujur mengakui bahwa Indonesia masih memiliki tantangan besar, terutama masalah kemiskinan dan kelaparan. Ia menegaskan bahwa mengatasi masalah ini adalah urgensi utama negara, dan untuk mengejar ketertinggalan, pemerintah akan memaksimalkan penggunaan teknologi, seperti Kecerdasan Buatan (AI), terutama di sektor pertanian untuk mencapai swasembada pangan dalam beberapa tahun ke depan.

Login IG