Internet

Perjuangan Guru di Pedalaman Papua: Akses Internet Terbatas Jadi Kendala Utama Ikuti Program PPG.

Akses internet terbatas di pedalaman Papua menjadi sandungan utama bagi guru untuk ikut Program PPG. Kisah Ertina Hisage dan upaya pemerintah meratakan konektivitas.

Karawang · Monday, 15 December 2025 19:00 WITA · Dibaca: 38
Perjuangan Guru di Pedalaman Papua: Akses Internet Terbatas Jadi Kendala Utama Ikuti Program PPG.

KARAWANG, JClarity – Kontradiksi antara semangat peningkatan kompetensi guru dan realitas infrastruktur di wilayah terpencil Papua kembali mencuat ke permukaan. Akses internet yang sangat terbatas di kawasan pedalaman menjadi kendala utama bagi para pendidik untuk mengikuti Program Pendidikan Profesi Guru (PPG), sebuah program esensial untuk sertifikasi dan profesionalisme guru di Indonesia.

Kisah perjuangan Ertina Hisage, seorang guru honorer Sekolah Dasar (SD) di pedalaman Papua Pegunungan, menjadi cerminan nyata dari tantangan ini. Ia dikabarkan harus menempuh perjalanan berjam-jam setiap hari menggunakan angkutan umum dari tempat tugasnya menuju pusat kota, hanya demi mencari sinyal internet yang stabil. Upaya keras ini dilakukan agar ia dapat mengikuti perkuliahan daring Program PPG, sebuah tuntutan teknologi yang sulit dipenuhi di daerah yang bahkan penggunaan ponsel berbasis Android pun mengalami kesulitan jaringan.

Meskipun harus mengatur waktu secara ketat antara mengajar di pagi hari dan berburu sinyal hingga malam, komitmen Ertina untuk menjadi guru profesional tidak padam. Perjuangannya membuahkan hasil, di mana ia berhasil lulus dan diwisuda, bertekad membagikan ilmu yang diperoleh kepada rekan-rekan guru lainnya di kampung.

Fenomena ini bukan kasus tunggal. Sejumlah pemerintah daerah mengakui bahwa konektivitas digital yang belum merata di 'Tanah Papua' sangat memengaruhi sektor pendidikan. Gubernur Papua Barat Daya, misalnya, menyoroti terbatasnya infrastruktur Base Transceiver Station (BTS) di enam kabupaten/kota, sementara Pemerintah Provinsi Papua sendiri telah berupaya menyiapkan 250 titik internet berbasis satelit (VSAT) di tujuh kabupaten terpencil—termasuk Waropen, Biak Numfor, dan Mamberamo Raya—yang ditargetkan beroperasi pada Agustus 2025.

Menanggapi kendala geografis ini, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) telah mengimplementasikan kebijakan afirmasi melalui Program PPG bagi Guru Tertentu di Daerah Khusus Terkendala Internet. Program ini dirancang khusus dengan mengakomodasi masalah jaringan, bahkan untuk proses seleksi berkas dapat diserahkan langsung (luring) untuk menghindari keharusan mengunggah secara daring.

Pelaksanaan PPG luring ini juga telah dilaksanakan di beberapa wilayah, seperti di Kabupaten Kepulauan Yapen yang diikuti oleh 75 guru dan di Kabupaten Puncak Jaya yang diikuti oleh 43 guru pada November 2025. Guru-guru di sana menyambut baik program tersebut karena keterbatasan akses internet selama ini menjadi penghalang utama mereka untuk meningkatkan kompetensi melalui jalur PPG. Meskipun ada upaya peningkatan infrastruktur digital di Papua Selatan dan program-program afirmasi, perjuangan individu guru seperti Ertina menjadi pengingat bahwa pemerataan akses internet adalah kunci untuk memastikan semua pendidik dapat mengikuti program profesionalisme tanpa harus mengorbankan waktu dan energi yang ekstrem.

Login IG