Internet

Perataan Akses Digital: Tujuh Sekolah Terpencil di Papua Selatan Resmi Tersambung Internet Satelit Hari Ini

Tujuh sekolah terpencil di Mappi, Asmat, dan Boven Digoel, Papua Selatan, resmi tersambung internet satelit hari ini, Selasa (7/10/2025), oleh BAKTI Kominfo.

JAKARTA · Tuesday, 07 October 2025 17:00 WITA · Dibaca: 58
Perataan Akses Digital: Tujuh Sekolah Terpencil di Papua Selatan Resmi Tersambung Internet Satelit Hari Ini

JAKARTA, JClarity – Program perataan akses digital nasional mencapai tonggak penting hari ini, Selasa (7/10/2025). Tujuh sekolah yang terletak di wilayah terpencil Provinsi Papua Selatan secara resmi tersambung ke jaringan internet satelit berkecepatan tinggi, menandai upaya serius pemerintah dalam menjembatani kesenjangan digital di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal).

Aktivasi layanan ini, yang difokuskan pada Distrik dan Kabupaten dengan tantangan geografis tinggi seperti Mappi, Asmat, dan Boven Digoel, merupakan bagian dari inisiatif nasional percepatan pemerataan infrastruktur telekomunikasi. Langkah ini didukung penuh oleh Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sebagai implementasi penggunaan kapasitas satelit yang tersedia.

Direktur Utama BAKTI Kominfo, Aji Santoso, dalam keterangan persnya, menegaskan bahwa koneksi ini adalah wujud nyata amanat konstitusi. “Setiap anak bangsa berhak mendapatkan kualitas pendidikan yang sama, terlepas dari lokasi geografis mereka. Dengan tersambungnya tujuh sekolah di Papua Selatan ini, kami membuka jendela dunia bagi ratusan siswa dan guru yang sebelumnya terisolasi secara digital,” ujar Santoso. Ia menambahkan bahwa kecepatan koneksi yang diberikan memadai untuk mendukung kegiatan belajar mengajar berbasis digital dan akses ke platform pendidikan nasional.

Pemasangan terminal Very Small Aperture Terminal (VSAT) di ketujuh sekolah tersebut telah rampung dalam dua pekan terakhir, melibatkan tim teknis gabungan yang menghadapi medan berat. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Selatan, Dr. Maria Kezia, menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, akses internet satelit krusial untuk meningkatkan kompetensi guru, mempermudah pelaporan data pokok pendidikan (Dapodik), dan yang terpenting, memungkinkan siswa mengakses sumber belajar daring yang setara dengan siswa di perkotaan besar.

Manfaat langsung dari program ini diharapkan dapat terlihat dalam peningkatan literasi digital dan kemampuan adaptasi teknologi di lingkungan sekolah. Para guru kini dapat memanfaatkan platform e-learning, mengakses pelatihan jarak jauh, dan mengintegrasikan materi ajar multimedia ke dalam kurikulum lokal. Ini adalah investasi jangka panjang untuk kualitas sumber daya manusia (SDM) di wilayah Timur Indonesia.

Papua Selatan menjadi salah satu fokus utama program pemerataan akses digital Kominfo tahun 2025. BAKTI menargetkan akan menambah puluhan titik koneksi sekolah 3T lainnya hingga akhir kuartal keempat, memastikan visi Indonesia Emas 2045 yang inklusif secara digital dapat tercapai secara merata dari Sabang hingga Merauke.

Login IG