Internet

Pengguna Mingguan ChatGPT Tembus 800 Juta, Adopsi Makin Luas

Pengguna mingguan ChatGPT telah menembus angka fantastis 800 juta, diumumkan CEO OpenAI Sam Altman di DevDay. Adopsi di Indonesia masuk 5 besar pasar terbesar.

Jakarta · Thursday, 09 October 2025 08:00 WITA · Dibaca: 49
Pengguna Mingguan ChatGPT Tembus 800 Juta, Adopsi Makin Luas

JAKARTA, JClarity – Platform kecerdasan buatan generatif milik OpenAI, ChatGPT, kembali mengukuhkan dominasinya di pasar global setelah dilaporkan menembus angka lebih dari 800 juta pengguna aktif mingguan. Pencapaian monumental ini disampaikan langsung oleh CEO OpenAI, Sam Altman, pada presentasi utama dalam ajang DevDay yang baru-baru ini digelar, menandai akselerasi adopsi AI yang semakin masif di berbagai sektor di seluruh dunia.

Angka 800 juta pengguna aktif mingguan menunjukkan lonjakan adopsi yang luar biasa. Sebagai perbandingan, pada Agustus 2025, OpenAI melaporkan hampir mencapai 700 juta pengguna mingguan, yang sebelumnya juga telah melompat signifikan dari 500 juta pengguna pada akhir Maret tahun yang sama. Pertumbuhan cepat ini menjadikan ChatGPT sebagai salah satu layanan daring dengan pertumbuhan tercepat dalam sejarah internet, meskipun baru diluncurkan pada November 2022.

Altman tidak hanya menyoroti penggunaan di kalangan konsumen, namun juga peran krusial ChatGPT di ekosistem pengembang dan korporasi. Saat ini, tercatat ada 4 juta pengembang yang telah membangun produk menggunakan teknologi OpenAI, dengan perusahaan memproses lebih dari 6 miliar token per menit melalui API (Antarmuka Pemrograman Aplikasi). Hal ini mengindikasikan bahwa AI telah bertransformasi dari sekadar alat 'bermain' menjadi fondasi yang digunakan banyak orang untuk 'membangun' setiap harinya.

Di Asia, khususnya Indonesia, laju adopsi ChatGPT juga tergolong sangat pesat. Indonesia dilaporkan menjadi salah satu dari lima pasar terbesar ChatGPT berdasarkan pengguna aktif mingguan. Menariknya, penggunaan ChatGPT di Indonesia didominasi untuk tujuan profesional atau pekerjaan, menjadikannya alat produktivitas yang vital bagi tenaga kerja lokal. OpenAI sendiri merespons antusiasme ini dengan meluncurkan paket langganan yang lebih terjangkau, ChatGPT Go, menjadikan Indonesia negara pertama di Asia Tenggara yang mendapatkan akses layanan tersebut.

Seiring dengan pengumuman pengguna, OpenAI juga memperkenalkan serangkaian alat baru, termasuk fitur untuk memungkinkan pembuatan aplikasi interaktif di dalam ChatGPT serta pengembangan sistem AI yang lebih kompleks dan adaptif. Langkah ini bertujuan untuk mengubah platform menjadi lingkungan AI yang lebih terintegrasi dan personal, sejalan dengan visi Sam Altman untuk terus mendemokratisasi akses dan kapabilitas AI generatif bagi semua kalangan.

Login IG