Pengguna HP Android Jangan Asal Pakai WiFi Publik, Rentan Di-hack.
Pengguna HP Android diimbau Google dan TSA untuk waspada saat pakai WiFi publik karena rentan di-hack. Ancaman utama adalah serangan MitM dan pencurian data sensitif.
Jakarta, JClarity – Peringatan serius dikeluarkan untuk seluruh pengguna ponsel pintar berbasis Android. Akses internet gratis melalui jaringan Wi-Fi publik di lokasi seperti bandara, kafe, atau pusat perbelanjaan, ternyata menyimpan risiko keamanan yang tinggi dan berpotensi membuat perangkat rentan di-hack.
Risiko ini menjadi perhatian utama setelah Google, melalui laporan "Behind the Scenes" edisi Oktober 2025, menyoroti bahwa banyak jaringan Wi-Fi terbuka tidak memiliki enkripsi data yang memadai. Kondisi ini menjadi celah mudah bagi peretas atau hacker untuk menyusup ke perangkat pengguna dan mencuri data pribadi. Bahkan, aktivitas sesederhana seperti membuka e-mail, masuk ke media sosial, atau mengecek saldo rekening bank dapat menjadi pintu masuk bagi peretas.
Modus operandi yang paling umum dan perlu diwaspadai adalah serangan Man-in-the-Middle (MitM) atau Rogue Hotspot. Dalam skema ini, peretas membuat jaringan Wi-Fi palsu dengan nama yang mirip atau identik dengan jaringan resmi di lokasi tersebut. Begitu pengguna terhubung ke hotspot palsu ini, peretas dapat mencegat, memantau, bahkan mengubah lalu lintas komunikasi data antara ponsel korban dan server yang dituju, yang berujung pada pencurian kredensial login, kata sandi, hingga informasi kartu kredit.
Data dari Google juga menunjukkan bahwa pengguna Android menghadapi potensi risiko yang sangat tinggi, di mana 94 persen dari mereka rentan terhadap serangan berbasis SMS yang terstruktur untuk manipulasi finansial. Selain Google, Lembaga Administrasi Keamanan Transportasi Amerika Serikat (TSA) juga turut mengeluarkan peringatan, khususnya bagi para pelancong, untuk menghindari penggunaan Wi-Fi publik gratis saat melakukan transaksi online atau mengakses data sensitif.
Untuk meminimalkan risiko peretasan, pengguna Android diimbau untuk mengambil langkah pencegahan yang ketat. Langkah yang paling krusial adalah dengan selalu menggunakan Virtual Private Network (VPN) yang aman ketika terpaksa terhubung ke Wi-Fi publik, karena VPN mengenkripsi lalu lintas data dan membuatnya tidak bisa dibaca oleh peretas. Selain itu, pengguna wajib memastikan bahwa semua situs web atau aplikasi yang diakses menggunakan protokol keamanan HTTPS (ditandai dengan ikon gembok di bilah alamat) dan mematikan fitur koneksi otomatis (auto-connect) ke jaringan terbuka.
Pakar keamanan siber juga menyarankan pengguna untuk mengaktifkan Autentikasi Dua Faktor (2FA) pada semua akun penting untuk memberikan lapisan perlindungan ekstra, serta rutin memasang patch keamanan terbaru yang disediakan oleh sistem operasi Android. Waspada terhadap nama jaringan yang mencurigakan dan hindari mengakses layanan perbankan atau mengirim data sensitif apapun saat berada di jaringan Wi-Fi yang tidak terverifikasi keamanannya adalah kunci utama untuk melindungi data pribadi Anda.