Internet

Pengguna HP Android Jangan Asal Pakai WiFi Publik, Rentan Di-hack.

Google dan pakar keamanan memperingatkan pengguna Android agar menghindari WiFi publik. Jaringan yang tidak terenkripsi rentan terhadap serangan Man-in-the-Middle dan pencurian data. Gunakan VPN.

Jakarta · Friday, 14 November 2025 14:00 WITA · Dibaca: 50
Pengguna HP Android Jangan Asal Pakai WiFi Publik, Rentan Di-hack.

JAKARTA, JClarity – Kenyamanan akses internet gratis melalui jaringan Wi-Fi publik di ruang publik seperti bandara, kafe, atau pusat perbelanjaan menyimpan risiko keamanan siber yang sangat tinggi. Para pakar keamanan, bahkan perusahaan teknologi raksasa seperti Google, secara eksplisit memperingatkan pengguna ponsel pintar berbasis Android untuk menghindari jaringan Wi-Fi publik sebisa mungkin karena kerentanan yang masif terhadap peretasan dan pencurian data.

Peringatan ini muncul menyusul laporan terbaru dari Google dalam edisi “Behind the Scenes” Oktober 2025, yang menyatakan bahwa jaringan Wi-Fi publik seringkali tidak terenkripsi, sehingga mudah dieksploitasi oleh penyerang. Penggunaan Wi-Fi publik membuka peluang bagi peretas untuk melancarkan serangan *Man-in-the-Middle* (MITM), di mana pelaku menyusup di tengah komunikasi antara ponsel pengguna dan server tujuan, seperti situs bank.

Metode serangan lain yang kerap digunakan adalah melalui 'titik akses palsu' (*rogue access points* atau *Evil Twin*), yaitu jaringan Wi-Fi berbahaya yang sengaja dipasang dengan nama yang mirip atau meyakinkan—misalnya "Airport Free Wi-Fi"—untuk menjebak pengguna yang tidak waspada. Setelah korban terhubung, peretas dapat memantau, menyadap, bahkan mencuri data sensitif seperti kredensial login, kata sandi, dan rincian akun perbankan digital.

Data Google juga menggarisbawahi urgensi masalah ini, terutama bagi pengguna Android, dengan mengungkapkan bahwa 94 persen pengguna berpotensi menjadi korban serangan berbasis pesan teks yang kini dijalankan secara terstruktur untuk merugikan korban secara finansial. Oleh karena itu, langkah mitigasi yang tegas sangat diperlukan. Badan keamanan Transportation Safety Administration (TSA) Amerika Serikat juga telah mengeluarkan imbauan serupa, terutama bagi pelancong, untuk tidak melakukan transaksi finansial saat menggunakan Wi-Fi publik gratis.

Para ahli keamanan siber merekomendasikan penggunaan *Virtual Private Network* (VPN) sebagai solusi paling efektif. VPN berfungsi mengenkripsi seluruh lalu lintas data, menciptakan 'terowongan' aman, sehingga aktivitas daring pengguna, termasuk transfer data sensitif, tidak dapat dibaca oleh peretas meskipun mereka berhasil menyusup ke jaringan publik. Selain itu, pengguna juga diwajibkan untuk mematikan fitur koneksi otomatis (*Auto-Connect*) pada pengaturan Wi-Fi, memastikan situs web yang diakses menggunakan protokol HTTPS (ditandai dengan ikon gembok), dan menonaktifkan fitur berbagi berkas (*file sharing*).

Kewaspadaan adalah kunci utama. Setiap pengguna Android didorong untuk selalu memverifikasi keabsahan nama jaringan Wi-Fi kepada staf atau pemilik lokasi dan memprioritaskan penggunaan data seluler pribadi untuk segala aktivitas yang melibatkan data sensitif.

Login IG