Pemerintah Siapkan Diskon Belanja Besar-besaran Akhir Tahun, Harbolnas Online Jadi Pembuka.
Pemerintah Indonesia mengambil langkah strategis mendorong konsumsi akhir tahun dengan diskon besar-besaran. Harbolnas 12.12 menjadi pintu pembuka utama stimulus ini.
JAKARTA, JClarity – Pemerintah Republik Indonesia melalui sejumlah kementerian terkait bersiap meluncurkan inisiatif diskon belanja nasional besar-besaran sebagai upaya stimulus ekonomi di penghujung tahun fiskal. Program promosi ini dirancang untuk mendorong peningkatan konsumsi rumah tangga secara signifikan pada Kuartal IV, dengan Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) yang berpuncak pada 12.12 didapuk sebagai pembuka dan pendorong utama.
Langkah strategis ini diambil menyusul target pertumbuhan ekonomi nasional yang ambisius, di mana peningkatan daya beli masyarakat dan laju konsumsi menjadi komponen kunci. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan dan platform dagang elektronik, memastikan bahwa diskon yang ditawarkan akan mencakup berbagai sektor, dengan penekanan khusus pada produk domestik, sejalan dengan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI).
Harbolnas, yang secara tradisional diadakan pada tanggal kembar seperti 11.11 dan 12.12, kini mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah untuk menciptakan efek pengganda (multiplier effect) ekonomi yang masif. Fokus tidak hanya pada besaran diskon, tetapi juga pada aspek logistik dan keamanan transaksi, guna menjamin pengalaman belanja yang mulus dan terpercaya bagi konsumen di seluruh pelosok negeri. Diharapkan, volume transaksi daring dapat melampaui rekor tahun sebelumnya, utamanya pada momentum 12.12 yang menjadi penutup rangkaian peak season belanja akhir tahun.
“Pemerintah berkomitmen penuh menjaga momentum pemulihan ekonomi pasca-pandemi. Program diskon akhir tahun ini bukan sekadar insentif ritel biasa, melainkan instrumen kebijakan untuk menyerap surplus produk UMKM, menstabilkan harga, dan pada akhirnya, mendongkrak PDB (Produk Domestik Bruto) nasional,” ujar seorang pejabat di lingkungan Kementerian Perdagangan, menekankan pentingnya kolaborasi antara sektor publik dan swasta dalam mewujudkan program ini.
Inisiatif diskon besar-besaran ini juga mencakup mekanisme insentif biaya pengiriman (ongkir) dan kerja sama dengan bank serta penyedia jasa pembayaran digital untuk menawarkan skema cicilan atau cashback tambahan. Dengan sinergi antara kebijakan fiskal yang suportif dan antusiasme pasar yang tinggi, program belanja akhir tahun ini diproyeksikan tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi konsumen tetapi juga memberikan dorongan likuiditas yang krusial bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjelang tutup buku tahunan.