MyRepublic Indonesia Raih Peringkat Tertinggi Lelang Pita Frekuensi 1,4 GHz, Perkuat Ekspansi ke Luar Jawa
MyRepublic Indonesia memenangkan lelang pita frekuensi 1,4 GHz untuk Regional II dan III (Sumatera, Bali, Kalimantan, Sulawesi), memperluas layanan Fixed Wireless Access (FWA).
JAKARTA, JClarity – PT Eka Mas Republik, yang beroperasi di bawah merek dagang MyRepublic Indonesia, berhasil meraih peringkat tertinggi dalam Seleksi Pengguna Pita Frekuensi Radio 1,4 GHz untuk Layanan Akses Nirkabel Pitalebar (Broadband Wireless Access/BWA) Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia. Pencapaian ini menandai langkah strategis perusahaan untuk memperluas jangkauan layanan internet berkecepatan tinggi, khususnya di wilayah luar Pulau Jawa.
Pengumuman resmi dari Komdigi menetapkan MyRepublic sebagai penawar tertinggi untuk dua wilayah strategis: Regional II dan Regional III. Regional II meliputi Sumatera, Bali, dan Nusa Tenggara, dengan nilai penawaran tertinggi sebesar Rp 300,88 miliar. Sementara itu, Regional III mencakup Kalimantan, Sulawesi, serta Papua dan Maluku, dengan penawaran tertinggi Rp 100,88 miliar, membawa total penawaran MyRepublic menjadi sekitar Rp 400 miliar. Hasil lelang ini akan segera ditindaklanjuti dengan penerbitan penetapan pemenang resmi oleh Menteri Komunikasi dan Digital setelah masa sanggah berakhir.
Chief Executive Officer MyRepublic Indonesia, Timotius Max Sulaiman, menyatakan bahwa perolehan pita frekuensi 1,4 GHz ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menghadirkan layanan internet yang lebih luas, cepat, dan andal bagi masyarakat Indonesia. “Kemenangan ini akan menjadi langkah strategis bagi MyRepublic Indonesia untuk memperkuat konektivitas digital nasional, khususnya di luar Pulau Jawa,” ujarnya dalam keterangan tertulis.
Pemanfaatan pita frekuensi 1,4 GHz, yang ideal untuk teknologi Fixed Wireless Access (FWA), dinilai akan melengkapi layanan internet berbasis jaringan fiber optik (FTTH) yang saat ini telah dimiliki MyRepublic. Teknologi FWA ini, yang memungkinkan penyediaan internet nirkabel tetap dengan daya jangkau luas dan efisien secara infrastruktur, diharapkan mampu mempercepat perluasan akses internet broadband hingga ke daerah-daerah yang selama ini belum terlayani secara optimal. Komdigi sendiri menargetkan frekuensi ini dapat menghidupkan kembali layanan BWA dengan kecepatan internet mencapai 100 Mbps yang terjangkau.
Keputusan MyRepublic untuk fokus pada Regional II dan III didasari pertimbangan strategis terhadap potensi besar di wilayah-wilayah tersebut yang memiliki kebutuhan konektivitas tinggi namun masih mengalami keterbatasan penetrasi internet. Langkah ini sejalan dengan upaya berkelanjutan perusahaan dalam memperkuat fondasi konektivitas nasional yang merata dan inklusif.