Internet

Meta Bangun Kabel Bawah Laut “Candle”, Bawa Internet Ngebut 570 Tbps ke Indonesia

Meta mengumumkan proyek kabel bawah laut 'Candle' berkapasitas 570 Tbps, menjadikannya terbesar di Asia-Pasifik, yang akan menghubungkan Indonesia dengan 5 negara lain pada 2028.

JAKARTA · Wednesday, 08 October 2025 15:00 WITA · Dibaca: 62
Meta Bangun Kabel Bawah Laut “Candle”, Bawa Internet Ngebut 570 Tbps ke Indonesia

JAKARTA, JClarity – Raksasa teknologi global, Meta, kembali menegaskan komitmennya terhadap infrastruktur digital di Asia Tenggara dengan mengumumkan proyek sistem kabel komunikasi bawah laut (SKKL) terbarunya, yang diberi nama “Candle” (Lilin). Proyek ambisius ini dirancang untuk menghadirkan kecepatan internet yang sangat tinggi hingga 570 Terabits per second (Tbps) ke Indonesia, menjadikannya sistem kabel berkapasitas terbesar di kawasan Asia Pasifik.

SKKL Candle yang membentang sepanjang 8.000 kilometer (km) ini direncanakan menghubungkan enam negara utama di Asia-Pasifik, termasuk Indonesia, dengan Jepang, Taiwan, Filipina, Malaysia, dan Singapura. Dalam keterangan resminya, Meta menyatakan bahwa proyek ini ditargetkan rampung dan mulai beroperasi pada tahun 2028. Pembangunan Candle merupakan bagian dari upaya Meta untuk memperkuat konektivitas digital bagi ratusan juta orang dan pelaku bisnis di Asia Tenggara, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi digital di kawasan tersebut.

Kabel bawah laut ini akan menggunakan teknologi canggih 24 pasang serat (24-fiber-pair cable technology) yang baru dikembangkan. Teknologi ini diharapkan mampu memberikan kinerja bandwidth terbesar Meta di Asia-Pasifik, setara dengan kabel berkapasitas tertinggi mereka saat ini, Anjana. Dengan kapasitas fantastis 570 Tbps, Meta yakin Candle akan meningkatkan kecepatan transmisi data dan keandalan bagi pengguna, terutama untuk mendukung kebutuhan layanan AI, cloud computing, dan aplikasi berbasis streaming.

Proyek Candle dikembangkan melalui kemitraan strategis dengan operator telekomunikasi terkemuka di kawasan Asia Pasifik. Konsorsium pembangunan SKKL Candle melibatkan nama-nama besar seperti SoftBank Corp., IPS Inc., TM Technology Services Sdn. Bhd., PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk, dan didukung oleh NEC Corporation sebagai pemasok.

Kehadiran Candle akan melengkapi investasi Meta sebelumnya di infrastruktur kabel bawah laut regional, yaitu proyek Bifrost dan Echo yang dimulai sejak 2021, serta Apricot. Kabel Bifrost sendiri telah menghubungkan Singapura, Indonesia, Filipina, dan Amerika Serikat, yang menambah redundansi lebih dari 260 Tbps pada jalur digital populer Transpasifik. Secara kolektif, keempat sistem kabel canggih ini bertujuan untuk memperkuat konektivitas antar-Asia dan membangun jembatan digital yang tangguh antara Asia dan Amerika.

Meta menegaskan bahwa pembangunan SKKL Candle ini merupakan investasi strategis yang sangat penting untuk mengirimkan produk, layanan, dan kemampuan kecerdasan buatan (AI) canggih perusahaan kepada audiens global yang luas, terutama di Indonesia yang memiliki populasi pengguna internet yang signifikan. Penyelesaian proyek ini diharapkan dapat memastikan bahwa masyarakat Indonesia dapat menikmati layanan terbaru Meta dengan koneksi yang andal dan cepat.

Login IG