Menkomdigi: Kapasitas Pusat Data Nasional Naik 52 Persen Kurang dari Setahun
Menkomdigi Budi Arie Setiadi mengumumkan peningkatan kapasitas Pusat Data Nasional (PDN) sebesar 52 persen dalam waktu kurang dari setahun, menegaskan percepatan transformasi digital Indonesia.
JAKARTA, JClarity – Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Menkomdigi), Budi Arie Setiadi, mengumumkan perkembangan signifikan proyek strategis nasional, Pusat Data Nasional (PDN), yang menunjukkan peningkatan kapasitas mencapai 52 persen dalam kurun waktu kurang dari satu tahun. Pernyataan ini disampaikan dalam upaya menegaskan percepatan pembangunan infrastruktur digital yang menjadi tulang punggung transformasi digital Indonesia.
Menkomdigi Budi Arie menjelaskan bahwa capaian 52 persen ini diukur dari progres komprehensif, meliputi pembangunan fisik, instalasi perangkat keras, dan kesiapan sistem operasional di lokasi utama PDN. Percepatan ini menjadi fokus utama pemerintah untuk segera mengakhiri kondisi data kementerian/lembaga yang masih tersebar di ratusan pusat data kecil yang dinilai tidak efisien dan rentan dari sisi keamanan data.
"Progres yang luar biasa ini menunjukkan komitmen serius negara dalam membangun infrastruktur digital kelas dunia. Dalam waktu yang relatif singkat, kurang dari satu tahun, kita sudah berhasil menaikkan kapasitas yang sangat vital ini sebesar 52 persen dari target awal," ujar Budi Arie dalam keterangannya di Jakarta. Ia menambahkan bahwa konsolidasi data ini akan menghemat triliunan rupiah anggaran negara serta meningkatkan kualitas layanan publik berbasis digital secara masif dan terintegrasi.
PDN, yang dibangun dengan standar Tier 4 untuk menjamin keandalan tertinggi, diharapkan mampu menampung seluruh data kritis dari 2.700 instansi pemerintah pusat dan daerah. Menkomdigi menekankan bahwa kapasitas penyimpanan data yang besar dan terpusat ini krusial untuk implementasi program strategis seperti Satu Data Indonesia dan layanan digital pemerintahan yang terpadu (GovTech).
Selain fasilitas utama yang tengah dikebut penyelesaiannya, Menkomdigi juga memastikan bahwa rencana pembangunan Pusat Data Nasional di lokasi lain seperti Batam dan Ibu Kota Nusantara (IKN) terus berjalan. Langkah ini diambil sebagai strategi mitigasi risiko dan pembentukan sistem redundansi data yang kuat, sehingga layanan publik digital dapat berjalan tanpa henti dan berkesinambungan.