Internet

Mahasiswa UMLA Ciptakan Alat Deteksi Bipolar Lewat Analisis Suara dan IoT

Mahasiswi Fisika UMLA, Rohmatul Badiyah, menciptakan 'Bipohear', alat deteksi bipolar berbasis analisis frekuensi suara dan IoT. Inovasi ini solusi praktis deteksi dini.

Lamongan · Wednesday, 08 October 2025 02:00 WITA · Dibaca: 33
Mahasiswa UMLA Ciptakan Alat Deteksi Bipolar Lewat Analisis Suara dan IoT

Lamongan, JClarity – Inovasi berbasis teknologi untuk kesehatan mental kembali hadir dari dunia kampus. Rohmatul Badiyah, mahasiswi Program Studi Fisika Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA), berhasil merancang sebuah alat pendeteksi dini gangguan bipolar berbasis analisis frekuensi suara percakapan dan Internet of Things (IoT) yang diberi nama ‘Bipohear’.

Alat inovatif ini memanfaatkan sensor MAX9814 yang diintegrasikan dengan mikrokontroler Arduino Nano dan modul IoT. Sistem ‘Bipohear’ dirancang untuk merekam, menganalisis, dan menampilkan anomali frekuensi suara yang secara ilmiah dapat menjadi indikator perubahan suasana hati ekstrem pada penderita bipolar.

Rohmatul Badiyah menjelaskan bahwa ide pengembangan alat tersebut berangkat dari pemahaman bahwa suara manusia menyimpan informasi penting mengenai kondisi emosional seseorang. “Pada pasien bipolar, pergeseran emosi dapat terlihat dari perbedaan frekuensi suara—mulai dari fase mania dengan suara yang lebih tinggi dan cepat, hingga fase depresi dengan nada rendah dan monoton,” ujar Rohmatul saat ditemui di Laboratorium Prodi Fisika UMLA, Selasa (7/10/2025).

Secara keilmuan fisika, suara merupakan gelombang longitudinal yang frekuensinya dapat diukur secara kuantitatif. Dengan bantuan sensor, frekuensi suara dicatat, dianalisis secara fisis, dan kemudian dibandingkan dengan data referensi ilmiah untuk mendeteksi potensi tanda-tanda gangguan bipolar. Alat ini juga dikembangkan agar dapat menampilkan kondisi kejiwaan pengguna melalui gambar emoji pada layar mini, sesuai tingkat emosi yang terdeteksi.

Karya monumental yang dikembangkan di bawah bimbingan dosen Uswatun Chasanah dan Asmaul Lutfi Marufah ini tidak hanya menjadi tugas akhir biasa. Inovasi 'Bipohear' dinobatkan sebagai salah satu karya terbaik UMLA tahun 2025 dan direncanakan akan menerima penghargaan khusus pada acara Wisuda ke-7 UMLA yang akan diselenggarakan pada 11 Oktober mendatang.

Lebih lanjut, Rohmatul berharap inovasi ini dapat menjadi alternatif solusi praktis bagi tenaga medis dan keluarga dalam memantau pasien bipolar secara mandiri, sekaligus mengatasi stigma negatif masyarakat terhadap kunjungan ke psikolog atau rumah sakit jiwa. Hasil penelitian ini bahkan telah dipublikasikan dalam jurnal nasional terakreditasi, menegaskan kontribusi nyata mahasiswa dalam pengembangan sains terapan di bidang kesehatan mental. Rencananya, ‘Bipohear’ akan dipatenkan terlebih dahulu sebelum diproduksi secara massal.

Login IG