Internet

Komdigi Gelontorkan Internet Gratis Setahun Penuh di 1.194 Titik, Solusi Akses Cepat 5 Provinsi Tuntaskan Kesenjangan Digital Desa?

Komdigi luncurkan "Kampung Internet 2025", gelontorkan akses internet fiber optik gratis setahun penuh di 1.194 titik UMKM di 5 provinsi (Sumut, Lampung, NTB, Banten, Jabar).

JAKARTA · Thursday, 02 October 2025 16:00 WITA · Dibaca: 58
Komdigi Gelontorkan Internet Gratis Setahun Penuh di 1.194 Titik, Solusi Akses Cepat 5 Provinsi Tuntaskan Kesenjangan Digital Desa?

JAKARTA, JClarity – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI secara resmi meluncurkan program strategis 'Kampung Internet 2025' dengan menggelontorkan bantuan akses internet tetap (fixed broadband) berbasis serat optik gratis di 1.194 titik lokasi yang tersebar di lima provinsi. Peluncuran ini menjadi langkah nyata pemerintah dalam mempercepat pemerataan konektivitas digital, terutama di wilayah perdesaan dan daerah yang memiliki tantangan akses, sekaligus menjawab pertanyaan publik mengenai penyelesaian kesenjangan digital di beberapa wilayah Indonesia.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, memusatkan peresmian program ini di Desa Kramat Gajah, Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, pada akhir September. Program bantuan ini menyediakan akses internet gratis selama satu tahun penuh—atau 12 bulan—dengan fokus utama menargetkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta fasilitas umum desa.

Total 1.194 titik akses internet ini tersebar di 20 desa dan 9 kabupaten yang mencakup lima provinsi, yaitu Sumatera Utara, Lampung, Nusa Tenggara Barat (NTB), Banten, dan Jawa Barat. Sumatera Utara tercatat sebagai provinsi penerima alokasi terbanyak, yakni sebanyak 307 titik. Program 'Kampung Internet 2025' dirancang sebagai stimulus untuk mewujudkan perluasan akses internet hingga ke pelosok desa, terutama dalam mendukung digitalisasi UMKM.

Meutya Hafid menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian integral dari upaya Komdigi untuk mendorong realisasi fixed broadband nasional, yang ditargetkan mencapai 50% cakupan sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029. Saat ini, realisasi nasional baru mencapai sekitar 21%. Dengan fokus utama pada UMKM, Komdigi berharap program ini dapat menjadi motor penggerak ekonomi desa dan memastikan tidak ada masyarakat yang tertinggal dalam transformasi digital.

Meskipun kelima provinsi yang menjadi sasaran tidak semuanya dikategorikan sebagai daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) secara konvensional, penekanan program pada 1.194 titik di desa-desa tersebut menunjukkan komitmen Komdigi untuk mengatasi kesenjangan akses pita lebar, bahkan di provinsi-provinsi yang secara umum sudah maju. Setelah masa bantuan gratis 12 bulan berakhir, program ini diharapkan dapat dilanjutkan melalui skema kerja sama bisnis (B2B) antara Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dengan Penyedia Jasa Internet (ISP) yang telah disediakan oleh Direktorat Pengembangan Pita Lebar Komdigi.

Login IG