Klaim Komdigi: Kecepatan Internet Indonesia Tembus 61,90 Mbps, Jauh Lampaui Data Global Ookla
Komdigi klaim rata-rata kecepatan internet nasional Indonesia tembus 61,90 Mbps, hasil pengukuran QoS di 156 daerah, jauh melampaui data global Ookla.
JAKARTA, JClarity – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia membuat klaim signifikan terkait peningkatan kecepatan internet nasional. Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital (DJID) Komdigi mencatat rata-rata kecepatan internet di Indonesia telah mencapai angka 61,90 Megabit per detik (Mbps) untuk unduh (download), sebuah capaian yang diklaim jauh melampaui data yang dirilis oleh lembaga pengujian kecepatan internet global, Ookla.
Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Komdigi, Wayan Toni Supriyanto, mengungkapkan bahwa data 61,90 Mbps tersebut merupakan hasil pengukuran Kualitas Layanan (QoS) di 156 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Selain kecepatan unduh, tercatat juga kecepatan unggah (upload) rata-rata mencapai 22,46 Mbps. Peningkatan ini disebut-sebut sebagai refleksi dari perbaikan kinerja jaringan seluler yang konsisten dan upaya pemerataan layanan yang mulai menjangkau wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal).
Perbandingan data ini menjadi sorotan karena menampakkan disparitas yang cukup besar dengan laporan terbaru dari Ookla. Berdasarkan Speedtest Global Index yang dirilis Ookla per September 2025, rata-rata kecepatan internet bergerak (mobile download) Indonesia berada pada angka 47,50 Mbps. Sementara itu, untuk internet tetap (fixed broadband), Ookla mencatat kecepatan rata-rata 41,15 Mbps. Angka-angka ini menempatkan klaim Komdigi di posisi yang secara substansial lebih tinggi, memicu diskusi mengenai metodologi pengukuran yang digunakan.
Perbedaan angka ini seringkali disebabkan oleh perbedaan metode pengukuran. Komdigi menggunakan data Quality of Service (QoS) yang mungkin mencakup pengukuran langsung dari infrastruktur jaringan yang telah ditingkatkan, sementara Ookla menggunakan data median dari jutaan tes yang dilakukan oleh pengguna akhir (user-initiated test) di perangkat mereka, yang bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor termasuk perangkat, lokasi, dan kondisi jaringan saat pengujian.
Pemerintah sendiri telah berkomitmen untuk terus meningkatkan kecepatan internet, dengan Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi sebelumnya menargetkan kecepatan internet di Indonesia dapat menembus 100 Mbps dalam lima tahun ke depan. Komitmen ini sejalan dengan upaya berkelanjutan dalam pembangunan infrastruktur digital, termasuk peluncuran Satelit Nusantara 5 (N5) pada September 2025, yang diharapkan dapat memperkuat akses di wilayah terpencil dengan kapasitas besar 160 Gbps.
Komdigi menekankan bahwa fokus pemerintah bukan sekadar pada peringkat global, tetapi pada peningkatan kecepatan yang dapat mendukung kelancaran komunikasi dan pemerataan layanan. Klaim angka 61,90 Mbps ini diharapkan menjadi indikator positif kemajuan infrastruktur digital nasional dalam mewujudkan visi Indonesia Digital 2045.