Internet

Kemkomdigi Resmikan 87 Titik 'Kampung Internet' di Sragen, Perkuat Akses Digital Daerah.

Kemkomdigi resmikan 87 titik 'Kampung Internet' di Sragen (Desa Sribit dan Tlogotirto) untuk pemerataan fixed broadband dan dorong ekonomi lokal. Meutya Hafid hadir.

SRAGEN · Thursday, 06 November 2025 19:00 WITA · Dibaca: 48
Kemkomdigi Resmikan 87 Titik 'Kampung Internet' di Sragen, Perkuat Akses Digital Daerah.

SRAGEN, JClarity – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) secara resmi meresmikan program 'Kampung Internet' di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, dengan mengaktifkan sebanyak 87 titik akses internet pita lebar tetap (fixed broadband) baru. Peresmian yang dipimpin oleh Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, ini bertujuan untuk memperkuat pemerataan konektivitas digital hingga ke wilayah pelosok desa, sekaligus mendorong peningkatan ekonomi lokal.

Sebanyak 87 titik akses baru tersebut tersebar di dua desa, yakni Desa Sribit di Kecamatan Sidoharjo dan Desa Tlogotirto. Dari total titik akses, delapan di antaranya dipasang di fasilitas umum, sementara 79 titik sisanya didistribusikan langsung ke rumah-rumah warga. Meutya Hafid menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden untuk memperluas jaringan fixed broadband agar masyarakat desa dapat menikmati koneksi yang lebih stabil dan cepat.

“Ketika akses internet diperkuat, hal yang harus langsung kita pikirkan adalah bagaimana ini akan dimanfaatkan untuk kemajuan ekonomi di daerah,” ujar Meutya, di Desa Sribit, Sragen, Rabu (5/11/2025). Ia menambahkan, titik akses melalui program Kampung Internet ini berhasil meningkatkan kecepatan internet di desa dari sebelumnya 10 Mbps menjadi 24 Mbps, yang diharapkan dapat mendukung peningkatan produktivitas sektor utama masyarakat, seperti pertanian dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Program Kampung Internet di Sragen dilaksanakan melalui kemitraan dengan penyedia jasa internet lokal dan Koperasi Desa Merah Putih. Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kemkomdigi, Wayan Toni Supriyanto, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian integral dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, yang menargetkan tercapainya 90 persen jangkauan fiber optik di tingkat kecamatan dan penetrasi fixed broadband pada rumah tangga sebesar 50 persen pada tahun 2029.

Selain pembangunan infrastruktur, Kemkomdigi juga menggelar pelatihan bagi guru dan siswa dari 13 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Sragen. Pelatihan ini bertujuan untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) lokal yang kompeten sebagai teknisi jaringan fiber optik di desa. Langkah ini sekaligus memastikan keberlanjutan layanan jaringan dan pemberdayaan masyarakat desa untuk mengelola jaringan secara mandiri.

Login IG