Jelang Harbolnas, Ancaman Penipuan Digital Meningkat Tajam, Platform E-commerce Kian Perketat Keamanan
Ancaman penipuan digital melonjak menjelang Harbolnas 12.12. Platform e-commerce Indonesia memperketat keamanan dengan AI dan 2FA serta gencar edukasi pengguna.
Jakarta, JClarity – Menjelang momentum Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas), khususnya periode 12.12, kewaspadaan terhadap ancaman penipuan digital dilaporkan meningkat tajam. Peningkatan transaksi yang masif di platform e-commerce dan layanan digital lain memicu lonjakan aktivitas pelaku kejahatan siber yang menyasar data pribadi dan dana konsumen.
Data dari berbagai lembaga keamanan siber menunjukkan bahwa serangan siber, khususnya yang bermotif penipuan seperti phishing, social engineering, dan tautan palsu, seringkali melonjak hingga dua kali lipat dalam masa puncak belanja ini. Modus yang paling umum digunakan adalah peniruan identitas (impersonasi) layanan pelanggan resmi, menawarkan hadiah fiktif, atau menyebarkan tautan pembayaran yang mengarah ke situs web palsu untuk mencuri kredensial pengguna.
Menanggapi tren berbahaya ini, platform e-commerce besar di Indonesia secara kolektif telah memperketat postur keamanan mereka. Langkah-langkah yang diambil meliputi peningkatan sistem deteksi anomali berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk mengidentifikasi transaksi atau login mencurigakan secara real-time. Selain itu, mereka juga mengintensifkan penerapan Otentikasi Dua Faktor (2FA) dan sistem verifikasi biometrik yang lebih ketat, terutama saat proses checkout dan perubahan data akun.
Asosiasi E-commerce Indonesia (idEA) menekankan bahwa keamanan digital adalah tanggung jawab bersama. "Kami telah meminta semua anggota untuk meningkatkan edukasi masif kepada pengguna. Bukan hanya memperkuat pagar digital, tetapi juga memastikan setiap konsumen memahami tanda-tanda penipuan," ujar seorang juru bicara Asosiasi. Edukasi ini termasuk peringatan agar konsumen tidak pernah membagikan Kode Sandi Sekali Pakai (OTP) kepada siapapun dan selalu bertransaksi di dalam aplikasi resmi.
Masyarakat diimbau untuk selalu kritis dan skeptis terhadap penawaran yang terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, terutama yang dikirimkan melalui saluran komunikasi tidak resmi seperti WhatsApp atau pesan pribadi di media sosial. Dengan kerja sama antara platform yang aman dan konsumen yang waspada, risiko kerugian finansial akibat penipuan siber diharapkan dapat diminimalisir selama perayaan Harbolnas 12.12 mendatang.