Internet

Internet Rakyat Rp100 Ribu Guncang Pasar, Operator Lain Mulai Khawatir Perang Harga 5G FWA

Internet Rakyat dari Surge (WIFI) hadir dengan paket 5G FWA Rp100.000/bulan untuk 100 Mbps unlimited, mengguncang pasar fixed broadband dan memicu kekhawatiran perang harga.

JAKARTA · Sunday, 23 November 2025 23:00 WITA · Dibaca: 28
Internet Rakyat Rp100 Ribu Guncang Pasar, Operator Lain Mulai Khawatir Perang Harga 5G FWA

JAKARTA, JClarity – Peluncuran layanan ‘Internet Rakyat’ (IRA) dengan tarif yang sangat agresif, yakni Rp100.000 per bulan untuk kecepatan hingga 100 Mbps dengan kuota tak terbatas, telah mengguncang pasar fixed broadband Indonesia dan memicu kekhawatiran akan dimulainya perang harga di segmen 5G Fixed Wireless Access (FWA). Program ini, yang digagas oleh PT Solusi Sinergi Digital Tbk (Surge) melalui anak perusahaannya PT Telemedia Komunikasi Pratama, didukung oleh kolaborasi strategis dengan perusahaan patungan Jepang, OREX SAI (NTT Docomo dan NEC Corporation).

Inisiatif ‘Internet Rakyat’ menjadi sorotan utama karena menawarkan paket yang secara signifikan lebih terjangkau dibandingkan rata-rata layanan fiber-to-the-home (FTTH) konvensional yang umumnya berada di atas Rp200.000 untuk kecepatan serupa. Layanan ini memanfaatkan teknologi 5G FWA berbasis Open Radio Access Network (Open RAN) pada pita frekuensi 1.4 GHz, yang diklaim sebagai implementasi komersial pertama di dunia. Keunggulan teknologi FWA terletak pada efisiensi biaya. Dengan mendistribusikan sinyal internet melalui menara Base Transceiver Station (BTS) tanpa perlu penarikan kabel fiber optik ke setiap rumah, biaya investasi (CAPEX) dan operasional (OPEX) dapat ditekan secara drastis, memungkinkan penetapan harga jual yang sangat rendah.

Kekhawatiran di kalangan operator telekomunikasi lainnya semakin memuncak mengingat ambisi dan cakupan pasar yang dibidik Surge. Perusahaan telah memenangkan lelang frekuensi 1.4 GHz untuk Regional 1, yang mencakup Pulau Jawa, Maluku, dan Papua, sebuah wilayah yang merepresentasikan lebih dari 60 persen potensi pasar broadband nasional. Analis industri menilai bahwa masuknya pemain baru dengan penawaran harga yang begitu rendah dan agresif dapat mengancam profitabilitas operator fixed broadband yang sudah mapan. Munculnya layanan ini dianggap 'menggulingkan' harga pasar dan menimbulkan pertanyaan besar mengenai strategi respons dari penyedia layanan BUMN maupun swasta seperti IndiHome, XL Home, dan HiFi.

Lebih lanjut, paket yang ditawarkan ‘Internet Rakyat’ tidak hanya mencakup tarif bulanan flat Rp100.000, tetapi juga menawarkan kuota tak terbatas (unlimited), gratis sewa modem (CPE), dan bahkan gratis berlangganan untuk bulan pertama. Kombinasi harga dan fitur ini dinilai sangat kompetitif dan bertujuan untuk mengatasi kesenjangan digital, khususnya di daerah yang belum terjangkau infrastruktur kabel optik, yang merupakan masalah utama rendahnya penetrasi fixed broadband di Indonesia. Meskipun demikian, beberapa pengamat telekomunikasi mempertanyakan keberlanjutan model bisnis dan harga layanan ini dalam jangka panjang, terutama di tengah potensi peningkatan persaingan dan isu terkait predatory pricing yang telah menjadi perhatian asosiasi penyelenggara jasa internet.

Login IG