Internet

Internet Indonesia Kalah Jauh dari Singapura dan Kamboja

Laporan Ookla Speedtest Global Index Desember 2024 menunjukkan kecepatan internet Indonesia tertinggal jauh dari Singapura (129,13 Mbps) dan Kamboja (32,27 Mbps).

JAKARTA · Thursday, 09 October 2025 19:00 WITA · Dibaca: 64
Internet Indonesia Kalah Jauh dari Singapura dan Kamboja

JAKARTA, JClarity – Kualitas dan kecepatan layanan internet di Indonesia kembali menjadi sorotan tajam setelah laporan terbaru dari Ookla Speedtest Global Index menunjukkan posisi Indonesia tertinggal jauh, tidak hanya dari raksasa teknologi Asia Tenggara seperti Singapura, tetapi juga dari Kamboja.

Data yang dirilis oleh Ookla, melalui laporan Speedtest Global Index untuk edisi Desember 2024, menempatkan Indonesia pada peringkat bawah di kawasan ASEAN untuk kedua kategori, baik internet seluler (mobile) maupun fixed broadband. Jarak kecepatan yang signifikan ini menimbulkan kekhawatiran serius mengenai daya saing digital nasional.

Dalam kategori internet seluler, Indonesia berada di posisi buncit di Asia Tenggara, menempati peringkat ke-86 dunia dengan kecepatan rata-rata unduh (download) hanya mencapai 28,80 Mbps. Angka ini kalah jauh dibandingkan dengan Singapura, yang menduduki peringkat ke-15 dunia dengan kecepatan impresif 129,13 Mbps. Lebih mengkhawatirkan, Indonesia juga disalip oleh Kamboja yang mencatatkan kecepatan rata-rata 32,27 Mbps dan menempati peringkat ke-82 global, yang sebelumnya berada di bawah Indonesia.

Kondisi serupa terjadi pada kategori fixed broadband, di mana Indonesia hanya menempati peringkat ke-121 dari 154 negara di dunia, dengan kecepatan rata-rata 32,07 Mbps. Indonesia hanya unggul tipis dari Myanmar di kawasan ASEAN. Singapura mempertahankan dominasinya di kancah global dengan menempati peringkat pertama dunia dengan kecepatan rata-rata 330,98 Mbps. Sementara itu, Kamboja, meskipun tidak secepat Singapura, tetap unggul jauh di atas Indonesia dengan kecepatan 46,14 Mbps pada peringkat ke-108 dunia.

Menanggapi rendahnya performa ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sebelumnya telah membeberkan sejumlah faktor kunci yang menyebabkan lambatnya kecepatan internet di Tanah Air. Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi Kominfo, Mochamad Hadiyana, menyebutkan bahwa beberapa isu yang menjadi penghalang utama adalah kapasitas jaringan yang terbatas, pembagian bandwidth, kualitas infrastruktur, hingga tantangan investasi.

Hadiyana menjelaskan bahwa kualitas infrastruktur, termasuk penggunaan kabel serat optik yang sudah lama atau tidak terawat, dapat menyebabkan pelemahan sinyal komunikasi. Selain itu, operator telekomunikasi menghadapi tantangan biaya sewa sarana yang tinggi dan rumitnya proses perizinan dari berbagai kementerian, yang secara langsung menghambat investasi lebih lanjut dalam peningkatan infrastruktur.

Pemerintah melalui Kominfo menyatakan komitmen untuk terus mendorong percepatan pemerataan dan peningkatan kualitas internet. Salah satu upaya strategis adalah rencana lelang frekuensi, seperti pita 1,4 GHz, untuk dialokasikan pada layanan broadband wireless access (BWA). Diharapkan, langkah-langkah ini dapat mewujudkan kecepatan internet minimal 100 Mbps dengan tarif yang terjangkau, demi mengejar ketertinggalan signifikan dari negara-negara tetangga di Asia Tenggara.

Login IG