Indonesia Resmi Sambut WiFi 7, Kecepatan Internet Tembus 2 Gbps
Peluncuran resmi jaringan Wi-Fi 7 pertama di Indonesia di Denpasar, Bali, menjanjikan kecepatan hingga 2 Gbps. Regulasi Komdigi alokasikan spektrum 6 GHz.
DENPASAR, JClarity – Era konektivitas nirkabel berkecepatan tinggi di Indonesia resmi memasuki babak baru. Teknologi Wi-Fi 7 (IEEE 802.11be) secara resmi diluncurkan di Indonesia, menandai tonggak penting dalam transformasi digital nasional dengan janji kecepatan internet yang mampu menembus 2 Gbps.
Peluncuran perdana jaringan Wi-Fi 7 di Indonesia dilakukan di Denpasar, Bali, pada Jumat (3/10/2025), melalui inisiatif kolaborasi antara PT Solusi Sinergi Digital Tbk (SURGE), Bali Internet (mitra Starlite), dan Huawei Indonesia. Jaringan mutakhir ini pertama kali diimplementasikan di lingkungan pendidikan, yakni SMPN 15 Denpasar, dengan kecepatan koneksi yang dijanjikan mencapai hingga 2 Gbps.
Pemerintah Provinsi Bali menyambut antusias kehadiran teknologi ini. Gubernur Bali, I Wayan Koster, menyatakan bahwa koneksi internet berkecepatan tinggi tersebut akan diberikan secara gratis ke sekolah-sekolah di Bali sebagai bagian dari program transformasi pendidikan digital di wilayahnya. Sementara itu, Pemegang Saham Grup SURGE, Hashim Djojohadikusumo, menegaskan bahwa konektivitas adalah "tulang punggung pendidikan, inovasi, dan pertumbuhan ekonomi."
Akselerasi adopsi Wi-Fi 7 ini didukung penuh oleh regulasi pemerintah. Sebelumnya, pada Februari 2025, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI secara resmi mengalokasikan pita frekuensi 6 GHz (5925–6425 MHz) untuk teknologi Wi-Fi 6E dan Wi-Fi 7. Alokasi spektrum frekuensi baru ini diatur melalui Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 2 Tahun 2025, yang membuka jalan bagi penggunaan teknologi nirkabel dengan kapasitas pita lebar yang jauh lebih besar.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, pada saat peresmian spektrum 6 GHz, menjelaskan bahwa teknologi ini berpotensi menawarkan kecepatan puncak teoritis hingga 46 Gbps, jauh melampaui standar sebelumnya. Wi-Fi 7, yang beroperasi pada tiga pita frekuensi (2,4 GHz, 5 GHz, dan 6 GHz), dirancang untuk memberikan kecepatan data lebih tinggi, latensi yang jauh lebih rendah, dan performa yang lebih andal, khususnya di lingkungan padat pengguna.
Selain inisiatif komersial ini, kesiapan teknologi Wi-Fi 7 di Indonesia telah diawali oleh uji coba. Pada Juni 2024, Telkomsel dan Komdigi menjadi yang pertama menyelesaikan validasi teknologi Wi-Fi 7 di Indonesia, dengan potensi kecepatan uji coba mencapai 10 Gbps. Di sektor komersial, MyRepublic juga dilaporkan menjadi salah satu penyedia layanan internet (ISP) pertama yang meluncurkan produk Wi-Fi 7, menargetkan pasar bisnis dan perusahaan. Kehadiran Wi-Fi 7 ini diharapkan tidak hanya mendorong sektor pendidikan, tetapi juga membuka peluang baru bagi pariwisata dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal, sejalan dengan Visi Indonesia Digital 2045.