Internet

Indonesia Menuju Era Gigabit: Peta Jalan Nasional IPv6 Enhanced & Net5.5G Resmi Diluncurkan

Indonesia meluncurkan Peta Jalan Nasional IPv6 Enhanced & Net5.5G. Inisiatif kolaboratif ini bertujuan mewujudkan ekonomi gigabit, kota cerdas, dan keamanan siber, menargetkan akselerasi konektivitas hingga 2030.

Jakarta · Saturday, 06 December 2025 10:00 WITA · Dibaca: 23
Indonesia Menuju Era Gigabit: Peta Jalan Nasional IPv6 Enhanced & Net5.5G Resmi Diluncurkan

JAKARTA, JClarity – Indonesia secara resmi meluncurkan Peta Jalan Nasional IPv6 Enhanced dan Net5.5G, menandai dimulainya upaya kolaboratif multi-pihak yang ambisius untuk mengakselerasi transformasi digital dan mewujudkan ekonomi gigabit nasional menuju Visi Indonesia Emas 2045. Peluncuran ini difokuskan pada konferensi “IPv6 Enhanced Net5.5G Conference 2025” di Jakarta, yang mempertemukan pemangku kepentingan utama dari pemerintah, asosiasi industri, operator telekomunikasi, dan akademisi.

Titik puncak dari inisiatif strategis ini adalah peluncuran whitepaper berjudul “Membangun Jalan Tol Konektivitas Indonesia Berbasis IPv6 dan Net5.5G”, yang disusun bersama oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Dokumen ini berfungsi sebagai cetak biru yang menggarisbawahi urgensi strategis adopsi teknologi generasi berikutnya untuk mendorong perekonomian digital, memfasilitasi konektivitas berkecepatan Gigabit, serta mewujudkan konsep Kota Cerdas (Smart City) secara nasional.

Deputi Bidang Ekonomi dan Transformasi Digital BAPPENAS, Dr. Vivi Yulaswati, menegaskan bahwa transformasi digital merupakan “mesin utama pertumbuhan ekonomi Indonesia” di mana Net5.5G dan IPv6 Enhanced merupakan infrastruktur strategis yang akan mengakselerasi produktivitas nasional dan menciptakan lapangan kerja bernilai tinggi. Targetnya adalah menjadikan Indonesia sebagai pasar digital terbesar di Asia Tenggara dengan proyeksi Gross Merchandise Value (GMV) mencapai sekitar Rp6 kuadriliun.

Dari perspektif keamanan siber, Staf Ahli Bidang Sosial Ekonomi dan Budaya Komdigi, Raden Wijaya Kusumawardhana, menjelaskan bahwa migrasi ke IPv6 Enhanced dan Net5.5G menyediakan landasan arsitektur jaringan yang secara native lebih aman, yang sangat krusial bagi kedaulatan data dan keamanan siber nasional. Ia mencatat bahwa adopsi IPv6 di Indonesia telah meningkat signifikan dari 6% pada tahun 2022 menjadi 16% pada tahun 2024, dengan target pemerintah mencapai 31% adopsi pada tahun 2030.

Peta jalan yang disepakati menetapkan kerangka waktu yang jelas, yaitu periode 2025–2027 difokuskan untuk akselerasi penerapan dual-stack dan strategi IPv6. Sementara itu, modernisasi jaringan menuju Net5.5G ditargetkan pada rentang waktu 2027–2030. Implementasi teknologi kunci mencakup SRv6 Slicing, 400/800GE, Wi-Fi 7, serta pemanfaatan Kecerdasan Buatan (AI) untuk manajemen jaringan otonom.

Menanggapi peta jalan ini, Direktur Network Telkomsel, Indra Mardiatna, bersama XLSMART dan Huawei, meluncurkan whitepaper bersama berjudul “NET5.5G AI WAN: Jaringan Transportasi IP”, yang menguraikan evolusi dan kasus penggunaan praktis Net5.5G. Meskipun demikian, para pemangku kepentingan menyadari tantangan yang masih harus dihadapi, termasuk penetrasi 5G yang masih rendah (sekitar 4,4% populasi) dan tingkat literasi digital nasional yang berada di bawah rata-rata ASEAN.

Login IG