Internet

Heboh Dugaan Pungli Internet Darurat Starlink Rp20 Ribu per Jam di Lokasi Bencana.

Viral dugaan pungli internet darurat Starlink Rp20 ribu per jam di lokasi bencana banjir Sumatera, padahal layanan ini seharusnya gratis hingga akhir Desember 2025. Wamen Komdigi angkat bicara.

Banda Aceh · Friday, 05 December 2025 08:00 WITA · Dibaca: 28
Heboh Dugaan Pungli Internet Darurat Starlink Rp20 Ribu per Jam di Lokasi Bencana.

Banda Aceh, JClarity – Publik dihebohkan oleh dugaan praktik pungutan liar (pungli) terhadap layanan internet satelit darurat Starlink yang seharusnya digratiskan bagi korban bencana banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah Sumatera, khususnya di Aceh dan Sumatera Utara, pada awal Desember 2025. Dugaan ini memicu kecaman luas karena memanfaatkan kesulitan masyarakat di tengah situasi darurat.

Isu ini pertama kali mencuat di media sosial, di mana tangkapan layar percakapan WhatsApp yang viral menunjukkan adanya permintaan pembayaran untuk mengakses jaringan WiFi Starlink. Korban bencana, yang hanya ingin memberikan kabar keselamatan kepada kerabat, diklaim harus membayar tarif hingga Rp20.000 per jam. Bahkan, dilaporkan juga ada pungutan sebesar Rp5.000 untuk penggunaan singkat selama 5 menit agar bisa mendapatkan kata sandi (password) hotspot.

Menurut laporan yang beredar, praktik pungli ini terjadi di lokasi-lokasi terdampak bencana, termasuk di Langsa, Aceh. Padahal, Starlink yang merupakan penyedia layanan internet satelit milik Elon Musk, telah mengumumkan secara resmi bahwa layanan konektivitas darurat tersebut diberikan secara gratis bagi pelanggan baru maupun lama di wilayah terdampak banjir di Indonesia hingga akhir Desember 2025. Kebijakan ini bertujuan untuk memulihkan komunikasi di area yang mengalami gangguan sinyal akibat bencana hidrometeorologi parah.

Menanggapi kehebohan ini, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi), Nezar Patria, angkat bicara. Ia menegaskan bahwa akses internet Starlink di posko-posko bencana seharusnya dapat digunakan secara cuma-cuma, tanpa dipungut biaya sepeser pun. "Berdasarkan pengumuman dari Starlink, itu mereka akan menggratiskan selama satu bulan, khusus untuk di daerah terdampak," ujar Nezar Patria.

Senada dengan itu, FiberStar, salah satu Authorized Starlink Reseller di Indonesia, juga mengonfirmasi bahwa bantuan konektivitas yang disalurkan ke wilayah terdampak dijalankan secara gratis. Dugaan "penjualan password" oleh oknum yang tidak bertanggung jawab ini dinilai sebagai tindakan eksploitasi dan menambah beban para korban bencana yang tengah berjuang.

Login IG