Internet

Generasi Muda Jadi Penentu Arah Literasi Digital Menuju Indonesia Emas

Generasi muda menjadi kunci utama penentu arah literasi digital Indonesia. Kuasai teknologi, hindari hoaks, wujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Jakarta · Thursday, 13 November 2025 16:00 WITA · Dibaca: 27
Generasi Muda Jadi Penentu Arah Literasi Digital Menuju Indonesia Emas

Jakarta, JClarity – Proyeksi Indonesia Emas 2045 menempatkan generasi muda, khususnya Gen Z dan Milenial, sebagai penentu utama arah dan kualitas literasi digital nasional. Keberhasilan visi besar ini sangat bergantung pada kemampuan kolektif mereka dalam menguasai dan mengarahkan ruang digital secara positif, produktif, dan bertanggung jawab.

Indonesia saat ini tengah berada dalam fase bonus demografi, di mana proporsi usia produktif jauh lebih besar. Fenomena ini, jika diimbangi dengan tingkat kecakapan digital yang tinggi, menjadi modal tak ternilai untuk mencapai tujuan Indonesia sebagai negara maju pada tahun 2045. Namun, tingginya penetrasi internet juga membawa tantangan berupa penyebaran hoaks, perundungan siber, dan isu keamanan data yang menuntut peningkatan literasi kritis di kalangan anak muda.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) secara konsisten menggarisbawahi pentingnya empat pilar utama literasi digital: Etika Digital, Budaya Digital, Keterampilan Digital (Digital Skills), dan Keamanan Digital. Program-program edukasi, baik melalui jalur formal maupun non-formal, terus digalakkan untuk memastikan kurikulum dan materi pelatihan relevan dengan kebutuhan industri 4.0. Fokus utamanya adalah mentransformasi generasi muda dari sekadar konsumen teknologi menjadi produsen konten dan inovator yang mampu menciptakan nilai tambah ekonomi.

Pakar pendidikan digital dan transformasi teknologi menilai bahwa tanggung jawab tidak hanya berada di tangan pemerintah. Kolaborasi antara sektor pendidikan, keluarga, komunitas, dan sektor swasta sangat diperlukan untuk menciptakan ekosistem digital yang sehat. Generasi muda didorong untuk tidak hanya cerdas dalam pemanfaatan aplikasi, melainkan juga memiliki kesadaran kritis terhadap jejak digital dan menjaga nilai-nilai Pancasila dalam interaksi daring.

Dengan partisipasi aktif dan kesadaran tinggi akan peranan mereka, generasi muda Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak ekonomi digital dan memastikan bahwa transformasi digital yang terjadi benar-benar inklusif dan berkelanjutan, sekaligus mengeliminasi kesenjangan digital menuju tercapainya cita-cita Indonesia Emas.

Login IG