Emiten Grup Djarum (DATA) Genjot Jaringan Fiber Broadband ke Bali dan Tangsel Lewat Skema KSO.
Emiten Grup Djarum, PT Remala Abadi Tbk (DATA), genjot ekspansi fiber broadband Nethome ke Bali dan Tangsel lewat skema KSO dengan target 500.000 homepass.
Jakarta, JClarity – PT Remala Abadi Tbk, emiten telekomunikasi di bawah naungan Grup Djarum dengan kode saham DATA, menegaskan komitmennya untuk memperluas penetrasi layanan internet cepat di Indonesia. Langkah terbaru yang dilakukan perseroan adalah menggenjot pembangunan jaringan *Fiber-to-the-Home* (FTTH) di wilayah strategis, yakni Bali dan Tangerang Selatan (Tangsel), melalui skema Kerja Sama Operasi (KSO).
Strategi agresif ini ditempuh DATA untuk mempercepat penggelaran infrastruktur dan meningkatkan jangkauan layanan *broadband* residensial mereka, Nethome. Penandatanganan KSO telah dilakukan dengan dua mitra, yaitu **ARA Infra Indo** yang fokus pada pengembangan jaringan di Bali, dan **Data Prima Solusindo** untuk ekspansi di wilayah Tangerang Selatan.
Wakil Presiden *Revenue Assurance* PT Remala Abadi Tbk, Samuel Adi Mulia, menyampaikan optimisme perseroan terhadap kerja sama tersebut. Menurutnya, KSO ini merupakan langkah strategis yang diharapkan dapat meningkatkan penetrasi internet Nethome di kedua wilayah sasaran. "Dengan penandatanganan KSO ini diharapkan dapat meningkatkan penetrasi internet Nethome di Bali dan Tangerang Selatan. Selain itu dengan konsep KSO diharapkan dapat mendorong *entrepreneurship* di masyarakat," ujar Samuel, dikutip pada Jumat (7/11/2025).
DATA menargetkan hasil yang signifikan dari KSO ini. Perseroan optimistis mampu menambah hingga 500.000 *homepass* (HP) di masing-masing wilayah KSO, baik Bali maupun Tangerang Selatan, hingga tahun 2026. Hal ini sejalan dengan upaya perseroan untuk memanfaatkan peluang pasar di tengah rendahnya penetrasi *fixed broadband* nasional.
Berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) serta survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun 2025, jangkauan *fixed broadband* di Indonesia masih berada di angka sekitar 21% hingga 28,43% rumah tangga, jauh di bawah penetrasi internet seluler yang mencapai 80,66%. Kondisi ini dilihat oleh Remala Abadi sebagai celah besar untuk pengembangan bisnis dan dukungan terhadap target pemerintah mencapai 50% jangkauan *fixed broadband* rumah tangga pada tahun 2029.
Untuk mendukung ambisi ekspansinya, DATA sebelumnya telah mengalokasikan anggaran belanja modal (*Capital Expenditure* atau CAPEX) yang signifikan, berkisar antara Rp 250 miliar hingga Rp 500 miliar. Dana tersebut difokuskan untuk pengembangan jaringan di area prioritas seperti Jabodetabek, Jawa, dan Bali, menegaskan keseriusan Grup Djarum dalam memperkuat pilar infrastruktur digitalnya.