Internet

Duo MyRepublic & Viberlink Jamin Internet Murah 100 Mbps, Kalahkan Telkom di Frekuensi Baru

Kolaborasi MyRepublic dan Viberlink gemparkan pasar internet Indonesia dengan paket 100 Mbps super murah menggunakan frekuensi 1,4 GHz FWA, siap tantang dominasi Telkom.

Jakarta · Friday, 31 October 2025 20:00 WITA · Dibaca: 38
Duo MyRepublic & Viberlink Jamin Internet Murah 100 Mbps, Kalahkan Telkom di Frekuensi Baru

Jakarta, JClarity – Persaingan di pasar penyedia layanan internet pita lebar (broadband) Indonesia memasuki babak baru yang intens, setelah dua perusahaan, PT Eka Mas Republik (MyRepublic) dan PT Telemedia Komunikasi Pratama (Viberlink), berhasil memenangi lelang pita frekuensi radio 1,4 GHz. Kemenangan strategis ini memungkinkan keduanya untuk segera menawarkan layanan internet cepat dengan kecepatan minimum 100 Megabita per detik (Mbps) dengan harga yang jauh lebih terjangkau, menantang dominasi pemain lama, termasuk PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.

Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) telah mengumumkan hasil lelang spektrum 1,4 GHz, yang merupakan frekuensi ideal untuk layanan akses nirkabel pita lebar (Broadband Wireless Access atau BWA). MyRepublic dan Viberlink secara efektif mengalahkan Telkom dan beberapa operator besar lainnya, termasuk Indosat dan XL Smart, yang mundur pada tahap pemeriksaan dokumen. Pemerintah menargetkan layanan yang memanfaatkan frekuensi ini dapat menyediakan koneksi jaringan tetap (fixed broadband) dengan kecepatan hingga 100 Mbps dan harga langganan sekitar Rp 100 ribu per bulan, bertujuan untuk meningkatkan pemerataan akses digital nasional.

MyRepublic berhasil mengamankan Regional II dan Regional III, meliputi seluruh wilayah Sumatera, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, dan Sulawesi. Sementara itu, Viberlink memenangi Regional I yang mencakup wilayah padat penduduk dan pusat ekonomi seperti Jabodetabek, Banten, sebagian besar Jawa, serta Maluku dan Papua. Pembagian wilayah ini menandakan sinergi keduanya dalam upaya ekspansi layanan ke berbagai kepulauan di Indonesia, melengkapi infrastruktur fiber optik yang ada.

CEO MyRepublic Indonesia, Timotius Max Sulaiman, menyatakan bahwa perolehan frekuensi ini merupakan langkah yang sangat komplementer terhadap produk Fiber to the Home (FTTH) yang sudah ada. Layanan berbasis FWA ini diharapkan dapat mengatasi tantangan geografis Indonesia yang sulit dijangkau kabel fiber optik, memungkinkan perusahaan menjangkau lebih banyak kota dan pulau-pulau.

Penggunaan pita frekuensi 1,4 GHz dikenal memiliki jangkauan yang luas dan efisien secara infrastruktur, yang dapat mempercepat perluasan akses internet berkualitas tanpa memerlukan investasi menara Base Transceiver Station (BTS) sebanyak frekuensi tinggi. Langkah ini dipandang strategis oleh pemerintah untuk menutup kesenjangan penetrasi sambungan fixed broadband, yang berdasarkan data Kemkomdigi, baru mencapai 21,3 persen dari total 69 juta rumah tangga di tahun 2024. Kemenangan MyRepublic dan Viberlink ini secara langsung membuka era kompetisi harga dan kecepatan yang lebih ketat, menjanjikan manfaat konektivitas yang lebih cepat dan terjangkau bagi konsumen Indonesia.

Login IG