Internet

Dua Kabel Laut Baru Siap Jadi Jembatan Ekonomi Digital Asia

Candle dan AUG East, dua sistem kabel laut baru berkapasitas ultra-tinggi, siap menjadi tulang punggung konektivitas dan mendorong ekonomi digital Asia, dengan Indonesia sebagai hub strategis.

Jakarta · Sunday, 19 October 2025 12:00 WITA · Dibaca: 62
Dua Kabel Laut Baru Siap Jadi Jembatan Ekonomi Digital Asia

Jakarta, JClarity – Infrastruktur digital Asia Tenggara memasuki babak baru dengan pengumuman resmi dua sistem komunikasi kabel laut (SKKL) berkapasitas ultra-tinggi, yakni **Candle** dan **Asia United Gateway East (AUG East)**. Kedua proyek raksasa ini diposisikan sebagai tulang punggung baru yang akan memperkuat konektivitas, meningkatkan ketahanan jaringan, dan secara signifikan mendorong pertumbuhan ekonomi digital di seluruh kawasan, termasuk Indonesia.

Proyek **Candle**, yang dipimpin oleh raksasa teknologi Meta bersama konsorsium mitra regional, menjadi sorotan utama. Sistem kabel laut sepanjang 8.000 kilometer ini dirancang untuk menghubungkan pusat-pusat data utama di Jepang, Taiwan, Filipina, Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Dengan kapasitas transmisi yang diklaim mencapai 570 terabit per detik (Tbps), Candle akan menjadi kabel berkapasitas terbesar di Asia Pasifik, siap melayani lonjakan trafik data yang didorong oleh komputasi awan dan Kecerdasan Buatan (AI).

Keterlibatan Indonesia dalam proyek ini semakin menegaskan peran strategisnya. Salah satu anggota konsorsium penting dalam proyek Candle adalah PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (XL Axiata), yang akan menjamin titik pendaratan (landing point) yang krusial di wilayah Indonesia. Kabel Candle ini ditargetkan mulai beroperasi penuh pada tahun 2028.

Sementara itu, sistem **AUG East** muncul sebagai pelengkap vital untuk diversifikasi jaringan. Dipimpin oleh Singtel dan didukung oleh konsorsium global yang mencakup pemain kunci seperti Amazon Web Services (AWS) dan Microsoft, kabel 8.900 kilometer ini akan menghubungkan Singapura dan Jepang, dengan titik-titik pendaratan penting di Brunei, Indonesia, Malaysia, Filipina, Korea Selatan, dan Taiwan.

Konsorsium AUG East secara eksplisit menyatakan bahwa desain sistem ini berfokus untuk mendukung kebutuhan bandwidth yang sangat besar dari aplikasi AI generatif (GenAI) dan komputasi awan, yang diprediksi akan mendominasi lalu lintas jaringan global dalam beberapa tahun ke depan. Kabel ini tidak hanya menawarkan kapasitas tinggi yang belum pernah ada sebelumnya, tetapi juga dirancang untuk meningkatkan keragaman rute, yang krusial untuk memitigasi risiko gangguan akibat bencana alam di kawasan Pasifik yang rentan. Jaringan AUG East direncanakan akan siap untuk layanan (Ready for Service/RFS) pada kuartal ketiga tahun 2029.

Analis industri menilai bahwa investasi ganda di SKKL Candle dan AUG East ini merupakan langkah proaktif untuk mengamankan fondasi digital Asia. Dengan Indonesia sebagai koridor penghubung penting di kedua sistem tersebut, negara ini akan mendapatkan manfaat signifikan berupa latensi yang lebih rendah, keandalan koneksi yang lebih tinggi, dan peningkatan daya saing sebagai pusat data dan inovasi digital regional. Peningkatan infrastruktur ini dianggap sebagai faktor kunci untuk mengakselerasi inklusi digital dan katalisator pertumbuhan PDB digital di Asia Pasifik.

Login IG