Internet

Bitcoin Jatuh ke 91.500 Dollar AS, Sentimen Pasar Masuk Zona Ketakutan Ekstrem

Bitcoin anjlok tajam ke $91.500, mendorong sentimen pasar ke zona 'Ketakutan Ekstrem'. Analisis menunjukkan kombinasi tekanan likuidasi dan kekhawatiran suku bunga The Fed. Investor diminta waspada. (Max 160 karakter)

Jakarta · Tuesday, 18 November 2025 10:00 WITA · Dibaca: 49
Bitcoin Jatuh ke 91.500 Dollar AS, Sentimen Pasar Masuk Zona Ketakutan Ekstrem

Jakarta, JClarity – Pasar aset kripto global kembali bergejolak hebat setelah harga Bitcoin (BTC) anjlok signifikan, menembus level psikologis krusial dan jatuh hingga menyentuh angka 91.500 Dollar AS pada perdagangan hari ini. Peristiwa ini dengan cepat menyeret sentimen investor ke level terendah, memicu kondisi yang dikenal sebagai 'Ketakutan Ekstrem' dalam indeks pasar.

Penurunan tajam ini terjadi dalam kurun waktu kurang dari 24 jam, menghapus miliaran dolar dari kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan. Berdasarkan data dari Crypto Fear & Greed Index, sentimen pasar telah merosot drastis dari zona 'Greed' atau 'Netral' menuju 'Extreme Fear' (Ketakutan Ekstrem). Indikator ini merupakan alat ukur yang vital dalam menilai emosi pasar, dan pergerakan ke zona terendah menandakan dominasi aksi jual panik (capitulation) dan keputusasaan di kalangan investor.

Analis pasar menyoroti kombinasi tekanan likuidasi masif dan faktor makroekonomi global sebagai pemicu utama. Sejumlah besar posisi beli (long position) yang memanfaatkan leverage tinggi dilikuidasi ketika level dukungan (support) utama gagal dipertahankan, menciptakan efek domino yang mempercepat spiral penurunan harga. Selain itu, kekhawatiran yang berkelanjutan mengenai kebijakan suku bunga The Federal Reserve (Fed) AS yang lebih ketat dari perkiraan, di tengah angka inflasi yang sulit dikendalikan, memperburuk risiko di pasar aset berisiko tinggi seperti kripto.

Kepala Analis Kripto di JClarity, dalam catatannya, menyatakan bahwa level 91.500 Dollar AS sebelumnya diharapkan dapat bertindak sebagai lantai harga yang kuat pasca-reli panjang, namun kegagalan untuk mempertahankannya membuka potensi penurunan lebih lanjut. "Pasar sedang mencari 'bottom' (dasar harga) baru. Dalam fase 'Extreme Fear' ini, aksi jual seringkali didorong oleh emosi daripada fundamental. Investor institusional kemungkinan sedang menunggu sinyal stabilitas makroekonomi yang lebih jelas sebelum melakukan akumulasi kembali," ujarnya.

Dampak dari kejatuhan Bitcoin ini tidak hanya terbatas pada aset digital utama tersebut. Mayoritas koin alternatif (altcoins), termasuk Ethereum (ETH) dan Solana (SOL), juga mencatatkan kerugian dua digit, menandakan korelasi yang tinggi dan meluasnya kepanikan di seluruh ekosistem kripto. Investor disarankan untuk menerapkan manajemen risiko yang ketat dan menghindari pengambilan keputusan berdasarkan emosi di tengah volatilitas ekstrem ini, sambil memantau perkembangan regulasi dan indikator ekonomi global.

Login IG