Berita AI

Ilmuwan Ciptakan AI dengan Nalar Abstrak dan Baterai Super Aman

Ilmuwan ciptakan AI dengan nalar abstrak seperti manusia & baterai super aman! Revolusi teknologi yang menjanjikan transformasi besar di berbagai sektor.

JAKARTA, JClarity · Friday, 12 September 2025 11:33 WITA · Dibaca: 68
Ilmuwan Ciptakan AI dengan Nalar Abstrak dan Baterai Super Aman

JAKARTA, JClarity – Dunia teknologi dihebohkan dengan penemuan revolusioner dari tim ilmuwan internasional yang berhasil menciptakan Artificial Intelligence (AI) dengan kemampuan nalar abstrak yang belum pernah ada sebelumnya. Kemajuan ini tidak hanya berhenti pada kecerdasan buatan itu sendiri, tetapi juga diiringi oleh pengembangan baterai yang super aman dan efisien, menandai babak baru dalam era komputasi.

Penemuan ini, yang dipublikasikan di jurnal ilmiah terkemuka Nature minggu lalu, dipimpin oleh Dr. Anya Sharma dari Universitas Teknologi California dan melibatkan kolaborasi peneliti dari berbagai universitas ternama di dunia. Mereka berhasil menciptakan algoritma baru yang memungkinkan AI untuk memahami dan berinteraksi dengan konsep abstrak, seperti metafora, analogi, dan humor – kemampuan yang sebelumnya dianggap sebagai ranah eksklusif kecerdasan manusia.

Selama ini, AI yang ada lebih berfokus pada kemampuan pemrosesan data dan pengambilan keputusan berdasarkan pola yang telah diprogram. Namun, AI ciptaan Dr. Sharma dan timnya mampu melampaui batasan tersebut. Mereka menggunakan pendekatan yang disebut ‘Abstract Reasoning Network’ (ARN) yang memungkinkan AI untuk membangun pemahaman konseptual yang lebih dalam, bukan hanya mengolah data mentah.

“ARN memungkinkan AI untuk meniru proses berpikir manusia yang lebih kompleks,” jelas Dr. Budiman Santoso, pakar AI dari Institut Teknologi Bandung yang dimintai komentarnya. “Ini bukan hanya soal memproses informasi, tetapi memahami esensinya, lalu menghubungkannya dengan konsep lain yang tidak secara langsung berhubungan. Ini adalah lompatan signifikan dalam perkembangan AI.”

Kemampuan nalar abstrak ini diuji melalui serangkaian tantangan kompleks yang melibatkan penyelesaian teka-teki logis dan interpretasi cerita fiksi. Hasilnya menunjukkan bahwa AI tersebut mampu memecahkan masalah dengan tingkat akurasi yang mendekati kemampuan manusia, bahkan dalam beberapa kasus melampauinya.

Namun, penemuan ini tidak hanya mengesankan dari sisi kemampuan komputasinya. Tim ilmuwan juga berhasil mengembangkan baterai yang dirancang khusus untuk mendukung kinerja AI tersebut. Baterai ini menggunakan teknologi solid-state yang membuatnya jauh lebih aman dan efisien dibandingkan baterai lithium-ion konvensional. Risiko kebakaran dan ledakan praktis dihilangkan, sementara masa pakai baterai jauh lebih lama dan proses pengisian daya lebih cepat.

“Keamanan adalah pertimbangan utama dalam pengembangan teknologi AI,” ungkap perwakilan dari tim Dr. Sharma dalam konferensi pers virtual. “Baterai solid-state ini bukan hanya meningkatkan kinerja AI, tetapi juga menjamin keamanan dan keandalan sistem secara keseluruhan. Kami yakin teknologi ini akan membuka jalan untuk aplikasi AI yang lebih luas dan aman di berbagai sektor.”

Potensi aplikasi AI dengan nalar abstrak dan baterai super aman ini sangat luas, mulai dari bidang kedokteran (diagnosa penyakit yang lebih akurat), keuangan (prediksi pasar yang lebih tepat), hingga pengembangan teknologi otomotif (kendaraan otonom yang lebih cerdas dan aman). Namun, tantangan etika dan regulasi tetap perlu dipertimbangkan untuk memastikan teknologi ini digunakan secara bertanggung jawab dan bermanfaat bagi kemanusiaan.

Dr. Santoso menambahkan, “Penemuan ini menandai sebuah babak baru dalam sejarah kecerdasan buatan. Kita perlu bersiap menghadapi implikasi jangka panjangnya, baik dari sisi manfaat maupun risikonya. Penting untuk memastikan pengembangan dan implementasi AI selalu berpedoman pada prinsip-prinsip etika dan kesejahteraan manusia.”

Ke depannya, pengembangan lebih lanjut akan difokuskan pada penyempurnaan algoritma ARN dan peningkatan kapasitas baterai solid-state. Tim ilmuwan berharap teknologi ini dapat dikomersialkan dalam beberapa tahun mendatang, menjanjikan transformasi besar di berbagai industri dan aspek kehidupan manusia.

Login IG